Ultah ke-24 Tahun, Pemain Persib Ini Beber Impiannya

pemain persib bandung, M. Al Amin Syukur Fisabilah

pemain persib bandung, M. Al Amin Syukur Fisabilah

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – M. Al Amin Syukur Fisabilah genap berusia 24 tahun, Kamis 10 Mei 2018. Setelah berbaju Persib, dia berharap bisa menggapai cita-cita lainnya pada tahun ini.


Untuk harapan pertama, pemain bernomor punggung 94 ini mengaku sangat bersyukur karena berhasil menjadi pemain profesional di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia. Bahkan, harapannya itu tercapai bersama salah satu klub terbesar di Indonesia.

Tidak sekedar berbaju Persib, Sabil mampu mendapatkan menit bermain di Go-Jek Liga 1 2018. Apa yang sudah diraihnya tersebut ternyata buka akhir dari mimpinya sebagai pesepakbola profesional.

“Menjadi pemain Persib sebenarnya melebihi mimpi saya.  Tapi, saya juga punya mimpi bisa membela Tim Nasional Indonesia. Semoga tahun ini saya bisa meraihnya,” kata pemain yang sudah mendapat 180 menit dari dua laga bersama Persib tersebut di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis, (10 /5/ 2018).

Untuk meraih mimpinya itu, Sabil akan kerja keras dan berjuang mendapatkan menit bermain kembali bersama Persib. Dia perlu meningkatkan kemampuannya untuk bisa bersaing dengan para bek terbaik Indonesia lainnya.

Kerja keras dan mimpi-mimpi itu ingin dia persembahkan buat keluarganya. Sebab, orang-orang yang dicintainya itu punya jasa besar dalam kehidupannya. Bukan hanya dukungan moril, tapi juga materil. Terutama kedua orangtuanya yang selalu memberikan doa terbaik.

“Terima kasih untuk orangtua, dan keluarga. Mereka sangat berjasa hingga saya bisa seperti saat ini. Saya ingin bekerja keras bersama pemain lain memberikan prestasi buat Persib. Bersama Persib, saya ingin berikan kebanggaan untuk keluarga,” kata Sabil.

(persib.co.id/azm/pojokbandung)

 

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …