Ada 6 Kantung Jenazah dan 6 Peti Mati

korban kerusuhan mako brimob mendapat perawatan

korban kerusuhan mako brimob mendapat perawatan

POJOKBANDUNG.com, DEPOK – Kerusuhan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok Jawa Barat masih meninggalkan banyak tandatanya. Sata ini, kepolisian masih berjaga di sekitar kamar jenazah Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.


Setelah enam kantung jenazah, kini enam peti mati masuk ke ruang pemulasaran tersebut. Belum diketahui apakah peti itu terkait dengan kerusuhan di Mako Brimob.

Dari pantauan di lokasi, enam peti tersebut dibawa menggunakan truk. Truk itu lalu berhenti di depan kamar jenazah dan menurunkan satu per satu peti berwarna coklat dengan pengawalan ketat kepolisian.

Belum ada konfirmasi apakah peti tersebut untuk jenazah-jenazah yang diturunkan sebelumnya.

Belum diketahui juga apakah kantung-kantung mayat tersebut terkait dengan kerusuhan di Mako Brimob. Namun, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen M Iqbal mengatakan, hingga pukul 01.00 WIB dini hari, tidak ada korban tewas dalam kerusuhan di markas Brimob tersebut. “Tepat pukul satu dini hari tidak ada yang meninggal dunia,” ujar Iqbal kepada awak media, Rabu (9/5/2018) dini hari.

Akibat kerusuhan yang terjadi kali kedua di tempat Ahok menjalani masa hukuman tersebut, tercatat ada empat anggota polisi yang terluka. Keempat anggota Brimob tersebut adalah Brigadir Lalu Abdul Haris (30), Briptu Hadi Nata (26), Bripda M Ramdhani (20) dan Iptu Sulastri (38).

Sementara, sumber internal kepolisian membeberkan bahwa keempat anggota polisi tersebut rata-rata mengalami luka pada bagian kepala. Untuk Brigadir Lalu Abdul Haris (30) dan Briptu Hadi Nata (26) mengalami luka sobek dalam di bagian belakang kepala.

Begitu pula Bripda M Ramdhani (20) yang juga mengalami kepala bocor yang disebabkan terkena lemparan asbak oleh napi teroris. Sedangkan Iptu Sulastri (38), mengalami luka memar di mata kiri dan mulut.

Di sisi lain, dikabarkan pula ada dua napi kasus terorisme yang juga ikut terluka dalam peristiwa tersebut. Sumber di internal kepolisian menyebut, bentrokan dan kerusuhan tersebut terjadi di Blok C yang dihuni oleh para napi teroris.

Para penghuni blok itu sendiri sejak awal dikenal sebagai tukang bikin ulah. Untuk diketahui, di rutan Mako Brimob itu, memang banyak tahanan kasus terorisme yang belum inkracht status hukumnya.

Salah satu yang paling menonjol adalah Aman Abdurrahman alias Oman Rochman yang disebut-sebut sebagai pimpinan ISIS Indonesia. Hal itu disampaikan Kurnia Widodo, mantan teroris dari kelompok Cibiru, Bandung dalam sidang kasus ledakan bom di Jl MH Thamrin di PN Jakarta Selatan.

Dalam kesaksiannya Kurnia menyatakan, informasi Aman Abdurrahman sebagai pimpinan ISIS Indonesia itu didapatnya dari para pengikut Aman Abdurrahman.

(fir/pojoksatu)

 

 

Loading...

loading...

Feeds

Ajak Masyarakat Pelihara Budaya Sunda

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mendukung penuh program “Saur Sepuh” yang diinisiasi oleh PGRI Kota …

Kerugian Bencana Capai Rp816 Juta

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI — Selama Januari hingga Februari 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat terdapat 23 kejadian bencana. …

Angin Kencang, Pohon Timpa Mobil

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Cijambe, Subang. Akibatnya bodi kendaraan pun ringsek. Peristiwa yang …

Dorong Bupati Rampingkan SOTK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Subang dinilai terlalu gamuk sehingga pembuatan perencanaan dan penyusunan anggaran …

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …