BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan Bersinergi Program Jaminan Sosial

BERSINERGI: BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan Bandung 
menandatangani MoU terkait Sinergi Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial pada peringatan hari buruh. ( Foto : ASEP RAHMAT/ RADAR BANDUNG )

BERSINERGI: BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan Bandung menandatangani MoU terkait Sinergi Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial pada peringatan hari buruh. ( Foto : ASEP RAHMAT/ RADAR BANDUNG )

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BPJS Kesehatan Cabang Bandung bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bandung-Suci menandatangani Perjanjian Kerja Sama (MoU) terkait Sinergi Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial. Komitmen tersebut dibubuhkan pada moment peringatan hari buruh atau May Day.


Dalam Perjanjian Kerja Sama tersebut, kedua belah pihak sepakat meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program Jaminan Sosial di Kota Bandung dengan mengoptimalkan fungsi dan tugas sesuai tupoksi program.

“Kami lahir dari undang-undang yang sama. Kami tidak bersaing tapi saling bersinergi, meskipun programnya beda tapi pesertanya sama,” ucap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandung, Herman Dinata Miharja di GOR Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Rabu (2/5/2018).

Herman melanjutkan, kerjasama yang dilakukan meliputi beberapa hal misalnya edukasi dan sosialisasi terkait pelaksanaan Program Jaminan Sosial. Kemudian, melakukan singkronisasi dan validasi data PBU dan data PPU di Kota Bandung dengan data yang ada di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bandung-Suci.

“Kami ingin semua warga khususnya pekerja di Kota Bandung mendapatkan hak jaminan sosialnya, khususnya untuk buruh,” pungkas Herman.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bandung-Suci, Suhedi menambahkan, kerjasama ini merupakan sinergitas program-program Jaminan Sosial yang harus diimplementasikan dengan merata kepada seluruh warga termasuk para pekerja.

“Kami yakin sinergi antar lembaga mampu mendorong pekerja ataupun pemberi kerja untuk segera mendaftar menjadi peserta dengan cara-cara persuasif, edukatif, serta law enforcement,” jelas Suhedi.

Suhedi menyebut, keikutsertaan pekerja dalam program jaminan sosial tidak hanya ditujukan kepada sektor formal (berbadan hukum resmi), tetapi menargetkan perusahaan-perusahaan mikro yang jumlah pelaku usahanya sangat banyak tetapi tenaga kerjanya tergolong sedikit, namun tetap berkewajiban mendaftarkan diri dan pekerjanya kedalam Program Jaminan Sosial.

Loading...

loading...

Feeds

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

Lubang Bak Kontrol Dibiarkan Terbuka

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Di Jalan Raya Soreang, tepatnya di depan perempatan lampu merah depan Komplek Pemerintah Kabupaten Bandung terdapat lubang …

Jalan Provinsi di Cikalong Terancam Longsor

POJOKBANDUNG.com, CIKALONGWETAN – Jalan raya Provinsi Cikalong-Cipendeuy terancam putus akibat longsor yang memakan bahu jalan. Berdasarkan pantauan, bahu jalan yang …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …