Mensos Idrus Marham Bicarakan Kesuksesan Wartina

Warga penerima sertifikat Program Keluarga Harapan (PKH)

Warga penerima sertifikat Program Keluarga Harapan (PKH)

POJOKBANDUNG.com – Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham Idrus mengatakan, masyarakat yang secara sadar keluar dari penerima Program Keluarga Harapan (PKH) atau berhasil keluar dari kemiskinan mengalami peningkatan.


Ia menuturkan, seorang warga Kabupaten Kuningan bernama Wartina (38). Ia adalah ibu rumah tangga yang kini menjadi pengusaha ‘Cilok Stun’. Usaha yang dirintisnya tak mudah.

“Melalui PKH, usaha Wartina mengalami perubahan,” ujar Idrus Marham di sela memberikan sertifikat Program Keluarga Harapan (PKH) kepada warga Kabupaten Kuningan, belum lama ini, saat dihubungi Radar Bandung.

Wartina dan suaminya, Supriyatna (38) tercatat sebagai penerima PKH pada 2009. Modal awal yang Wartina terima saat itu hanya Rp350 ribu. Sebelum menjadi penerima PKH, Wartina dan Supriyatna mengaku hidup pas-pasan.

Supriyatna yang saat itu bekerja sebagai buruh pabrik hanya mendapatkan upah Rp25 ribu per hari.

Modal Rp350 ribu yang ia terima dari PKH, dikatakan Wartina, langsung ia kelola untuk membuat cilok. Awalnya, Wartina hanya mampu menjual sebanyak tiga kilogram cilok per harinya.

“Tahun 2009 awal mulainya. Ya, coba-coba dulu awalnya buat cilok. Alhamdulillah lancar, dari yang awalnya tiga kilogram sekarang sudah satu kuintal perharinya,” kata Idrus.

Dari hasil bisnis ciloknya, Wartina kini bisa membangun rumah. Sebelumnya, Wartina mengaku hanya tinggal di gubuk.

Bisnis yang ia jalani kini bisa memperkerjakan 16 orang. Awalnya, hanya Supriyatna, suami Wartina yang menjual Cilok Stun. Wartina dan Supriyatna sudah menjadi jutawan. Kehidupannya berubah 180 derajat.

“Sekarang Alhamdulillah penghasilannya sehari itu bisa Rp2,5 juta. Jualnya hanya di Kuningan. Sekarang juga sudah bisa beli sound system, ya disewakan buat acara hajatan,” beber Idrus.

Wartina kini tak lagi menerima manfaat dari PKH. Sejak 2013, Wartina sudah tak lagi menjadi penerima PKH.

“Ya biar tidak bergantung sama pemerintah,” tambahnya.

Menurutnya, tahun ini ada 300.000 lebih masyarakat yang menyatakan diri keluar dari penerima bantuan PKH.

“Kemarin, di Tegal ada 600 lebih masyarakat yang keluar. Di Kuningan kita bisa lihat sendiri, salah satu itu (Wartina),” pungkasnya.

(nda)

Loading...

loading...

Feeds