Kementerian Kesehatan Soroti Peran Juru Pemantau Jentik Nyamuk

nyamuk DBD

nyamuk DBD

POJOKBANDUNG.com – Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (RI) mengkampanyekan peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Sebagai wujud pencegahan dan pengendalian penyakit arbovirus (Arthropod Borne Virus).

Penyakit arbovirus adalah penyakit yang ditularkan oleh arthropoda, antara lain nyamuk Dengue, Chikungunya, Zika, dan Japanese Encephalitis.

Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Elizabeth Jane Soepardi menjelaskan, menurut Data Kementrian Kesehatan RI Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi di Indonesia selain DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Bali.

“Provinsi yang padat peduduk seperti Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah dan Bali adalah sejumlah provinsi dengan kasus DB tertinggi di Indonesia,” ujar Jane saat Konperensi Pers Seminar Internasional “2nd Bandung International Scientific Meeting on Parasitology and Tropical Disease” Jalan Professor Eyckman, Kota Bandung, baru-baru ini.

Jane mengatakan, peran kader jumantik sangat penting untuk menggerakan pengendalian DBD. Pasalnya saat ini masyarakat harus sudah mengetahui betul karakteristik dan pola berkembang biak dari si nyamuk berbahaya itu.

“Jentik itu hidup bersama masyarakat. Makanya masyarakat harus punya satu rumah satu jumantik dan setiap rumah pun harus rutin melakukan 3M,” tuturnya.

Menurutnya, dalam menerapkan pola tersebut harus ada pemantauan langsung. Mengingat permasalahan utama DBD ada pada jentik nayamuk yang sulit dihilangkan.

Kendati demikian, upaya pembangunan kesehatan Itu kata Jane, tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah. Namun harus ada dukungan dari berbagai pihak salah satunya elemen masyarakat.

“Jumantik harus diberikan pelatihan dalam pengendalian DBD termasuk edukasi mengenai pencegahan dan penangannan DBD,” sambungnya.

Jane menambahkan, gerakan Jumantik juga bertujuan menurunkan angka penderita dan angka kematian akibat DBD dengan meningkatkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga untuk melakukan pencegahan.

“Melalui Jumantik ini diharapkan setiap rumah tangga memiliki satu anggota yang berperan sebagai jumantik, agar ia bisa leluasa memeriksa dan melakukan pencegahan di tempat-tempat pribadi di dalam rumah,” jelasnya.

Dengan angka penduduk lebih dari 250 juta jiwa, perkiraan hitungan satu keluarga Indonesia rata-rata berjumlah empat orang, Kemenkes menargetkan gerakan tersebut dapat menarik sekurang-kurangnya 65 juta jumantik.

“Tidak ada satu pun daerah di Indonesia, baik perkotaan maupun pedesaan, yang bebas dari ancaman DBD, maka kegiatan PSN 3M harus dilakukan setiap minggu karena siklus hidup nyamuk itu hanya 8-10 hari,” pungkasnya.

(cr3)

 

loading...

Feeds

PKB Polisikan Ustad Yahya Waloni

Sekjend PKB Abdul Kadir Karding melaporkan Ustad Yahya Waloni ke Bareskrim karena pernyataannya dianggap menghina Megawati Soekarnoputri, Ma’ruf Amin dan …