Sempat Ditolak RSUD Subang, Bayi Kembar Dempet Bisa Terpisah di Usia 4 Bulan

Orangtua bayi kembar siam asal Subang mendapat santunan.  (Nur Fidiah/Radar Bandung)

Orangtua bayi kembar siam asal Subang mendapat santunan. (Nur Fidiah/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Kondisi bayi kembar siam asal Subang pasangan Aziz dan Dini kini berangsur membaik. Hal itu terlihat dari kenaikan berat badan dari bayi yang lahir 12 April 2018 lalu.


Rencananya, pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) akan melakukan operasi pemisahan ketika bayi memasuki usia empat bulan.

“Kondisi sudah semakin membaik terlihat dari kenaikan berat badan, semula 4,2 kilogram menjadi 4,38 kilogram. Kenaikan yang cukup berarti karena itu berarti sang bayi masih bertahan. Dilihat dari kondisi bagus, tanda vital juga oke, dan dapat minum yang banyak juga,” ujar Ketua Tim Kesehatan, Prof. Syarif Hidayat dalam jumpa pers di RSHS, Jum’at (24/4).

Namun di balik kondisinya yang semakin membaik, ada masalah lain yang hingga kini sedang diupayakan tim dokter, yaitu kondisi tulang panggul dari kedua bayi tersebut yang skoliosis.

“Karena di dalam kandungan posisi janin tidak menguntungkan, jadi agak sedikit bengkok,” sambungnya.

Melihat hal itu, tim dokter akan melakukan fisioterapi agar badan tidak bengkok dan mengupayakan bentuk tubuh menjadi proposional. Selain tulang panggul, Syarif dan timnya juga melakukan pemeriksaan pendengaran dan penglihatan yang hingga kini belum dilakukan.

Untuk menjaga berat badan sang bayi, dokter menyarankan agar memberikan nutrisi yang yang pas sesuai berat badan, sehingga bisa dilakukan rawat jalan sambil menunggu operasi di usia empat bulan. Karena dengan kondisi yang semakin baik maka tindakan operasi akan lebih lancar.

Kedua bayi yang diberi nama Muhammad Nur Hidayah dan Muhammad Nur Syafaat merupakan anak ketiga dan keempat Aziz. Keduanya memiliki satu anus, ginjal masing-masing satu, jantung masing-masing satu, dua tangan, dan tiga kaki.

“Penyebab bayi kembar siam dempet organ tubuh sendiri karena gangguan pada fusi atau pemisahan sel di dalam kandungan. Gangguan itu disebabkan karena fungsi uterus yang tidak optimal atau akibat mutasi gen,” jelasnya.

Hal itu juga yang menyebabkan dempet di bagian bawah, sehingga ketiga kakinya mengarah ke samping.

Syarif juga menjelaskan , operasi pemisahan bisa dilakukan apabila sudah memenuhi syarat. Mulai dari kesehatan, hasil pencitraan, dan kondisi hasil analisis sebelum pembedahan.

Pada kesempatan itu juga, Aziz mendapat santunan dari donatur sebanyak Rp 5 juta untuk biaya pengobatan. Menurut pengakuan Aziz, sampai saat ini dirinya belum mengeluarkan uang sepeser pun untuk pengobatan sang anak.

“RSHS sangat membantu saya, sejauh ini tidak keluar uang yang banyak untuk pengobatan, paling hanya untuk beli popok atau susu,” pungkas Aziz yang sempat ditolak RSUD Subang saat melakukan pemeriksaan.

(fid)

Loading...

loading...

Feeds

Belajar Madu di Kedai Lebah

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Tak hanya menyiapkan sajian madu asli, Kedai Lebah di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali Kabupaten Bandung juga memberikan edukasi …

DPRD Jabar Imbau Ponpes Taati Prokes

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar M. Sidkon Djampi mengimbau para santri dan pengajarnya taati protokol kesehatan Covid-19. …

Kenaikan Sanksi Prokes Terbentur Pergub

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penerapan kenaikan sanksi denda untuk pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sulit dilakukan. Musababnya, realisasi sanksi tersebut harus melakukan …