Kasus PHK Guru, Hakim Tolak Eksepsi Ma’had Al-Zaytun

Sidang lanjutan kasus 116 Guru yang di-PHK sepihak oleh Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) Ma’had Al-Zaytun, Indramayu, di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Bandung (M Gumilang/Radar Bandung)

Sidang lanjutan kasus 116 Guru yang di-PHK sepihak oleh Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) Ma’had Al-Zaytun, Indramayu, di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Bandung (M Gumilang/Radar Bandung)

Menurutnya, para guru menilai Panji Gumilang ini seseorang yang tidak demokratis, tidak transparan dan tidak akuntabel.


“Kita mencium adanya kejanggalan yang dilakukan Panji Gumilang,” terangnya.

Sebelumnya, Panji Gumilang dalam sebuah pidatonnya di hadapan para santri atau murid-murid Al-Zaytun, secara vulgar menghina dan merendahkan para guru-guru yang rata-rata sudah mengabdi dan mengajar selama kurang lebih 17 tahun lamanya.

“Kita dibilang, otaknya diisi asu edan. Astagfirullah,” ungkap Mustakim.

Lalu pada tanggal 18 November 2016, terjadi pengusiran oleh Petugas Keamanan YPI Al-Zaytun kepada para Guru tersebut, bahkan Para Guru tidak boleh masuk untuk bertugas.

“Kita juga tidak diperbolehkan melakukan Sholat Jumat di Masjid Al-Zaytun. Jadi kita Sholat Jumat di depan pintu gerbang Al-Zaytun saja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, YPI Al-Zaytun melakukan pemutusan kerja secara sepihak tanpa didahului Surat Peringatan dan kesempatan memberikan pembelaan diri pada guru-guru tersebut.

“Pemberhentian tidak disertai surat resmi PHK, padahal Para Guru sudah bekerja dan mengajar di Al-Zaytun kurang lebih selama 17 tahun lamanya,” pungkasnya.

(gum)

Loading...

loading...

Feeds