Bupati Teken MoU Pengembangan Komoditas Kopi

Memorandum of Understanding Pemkab Bandung dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) Indonesia

Memorandum of Understanding Pemkab Bandung dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) Indonesia

“Kopi kita sudah terjual ke Australia melalui Café Morning Glory, penjualan ke negara Korea, Eropa, Belanda, Maroko bahkan ke Afrika. Sedangkan di Asia, permintaan kopi datang dari Singapura dan Taiwan,” cetus Tisna.


Sementara itu, Direktur Puslit Kako Indonesia Dr. Misnawi mengakui, komoditas kopi di Kabupaten Bandung memang sangat berkualitas. MoU tersebut kata dia, dilatarbelakangi karena kopi semakin populer di wilayah Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung sebagai sentra utama produksi kopi Arabika di Jawa Barat pada saat ini  yang mencapai 61%.

“Selain harga yang menarik, alasan lain dilakukannya kerjasama ini yakni adanya keinginan untuk mengembalikan kembali kejayaan Kopi Arabika Java Preanger. Keyakinan bahwa Kopi Arabika Java Preanger terkenal pada masa lalu karena mempunyai varietas yang spesifik (“buhun”), dan hingga kini diyakini masih tersisa di wilayah-wilayah yang dahulunya merupakan sentra produksi kopi Arabika.

Misnawi mencetuskan “Jika kita harus maju, mandiri dan berdaya saing, kopi salah satu jawabannya”.  Karena dalam kopi itu ada tiga aspek yang memberikan nilai kata dia, yang pertama tanpa disadari yaitu adanya Internity quality (kualitas kopi), environment (lingkungan/suasana saat menikmati kopi) dan branding serta promosi.

“Trend milenial saat ini yaitu entertainment and pleasure, sport and health, dunia maya. Kopi memiliki potensi untuk menjadikan sebuah daerah menjadi penyokong visi misi Kabupaten Bandung untuk masyarakat yang maju, mandiri dan berdaya saing,” pungkas Misnawi.

(*/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds