Pemkot Bandung Tidak Mau Kecolongan Soal Minol Oplosan

Petugas memperlihatkan barang bukti minuman ilegal saat gelar barang bukti di kantor Wilayah Bea dan Cukai, Kota Bandung,  Senin (19/2). (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

Petugas memperlihatkan barang bukti minuman ilegal saat gelar barang bukti di kantor Wilayah Bea dan Cukai, Kota Bandung, Senin (19/2). (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com – Menangani peredaran minuman beralkohol (minol) oplosan di Kota Bandung, Penanggung Jawab Sementara (PJS) Walikota Bandung, Muhammad Solihin, meminta instansi terkait bisa bekerjasama dan meberikan tindakan tegas terhadap oknum yang masih nekat berjualan.

Seperti diketahui kasus minol oplosan di Cicalengka, Kabupaten Bandung, sudah menewaskan 45 warga setemapat. Melihat hal tersebut, Pemerintah Kota Bandung tidak ingin kecolongan dalam hal penangan oknum nakal penjual oplosan.

PJS walikota Bandung, Muhammad Solihin menjelaskan, semenjak kejadian itu, pemerintah Kota Bandung sudah menggerakkan seluruh jajaran untuk bersama mengawasi peredaran minol oplosan di Kota Bandung.

“Dalam Rapat Pimpinan (Rapim) beberapa waktu lalu sudah disampaikan agar bersama-sama merapatkan barisan untuk menangani masalah minol oplosan,” ujar solihin kepada Radar Bandung di Jalan Pajajaran, Kota Bandung, beberapa hari lalu.

Solihin mengatakan, Instansi penegakan hukum seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sudah dihimbau untuk berkolaborasi dengan Polrestabes Kota Bandung. Bahkan Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kata dia harus tegas jika ada yang melanggar aturan.

“Intinya jangan segan-segan manakala ada yang melanggar tutup saja,” ungkapnya.

Disinggung mengenai peraturan daerah (Perda) untuk distribusi Minol, solihin mengatakan belum hafal persis perda nomor berapa dan tahun berapa yang jelas kata dia, penjual Minol oplosan melanggar perda.

“Kalau perda saya kurang hafal, tapi kalau pelanggaran harus diberikan sanksi, apalagi minuman keras itu menyangkut masa depan bangsa,” jawabnya.

Lebih lanjut Solihin menceritakan, korban miras oplosan cicalengka dipenuhi oleh usia muda, bahkan kata dia korban terakhir ada anak usianya belasan tahun.

“Kasihan kan walaupun awalnya cuma ikut-ikutan aja, tapi nanti bisa jadi kebiasan.”sambungnya.

Kendati demikian, pemerintah Kota Bandung sudah kerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam hal penanganan moral. Kata Solihin, gerakan seperti soalt subuh berjamah magrib mengaji dan berbagai hal yang berkaitan dengan sisi agama islam.

“Agama lain juga kita menghimbau agar sama-sama menjaga anak-anak kita untuk masa depandan itu tidak bisa digantikan dengan nilai rupiah berapa pun,” pungkasnya.

(Cr3)

loading...

Feeds

Lewat Dunia Games, Telkomsel Gelar Liga ESport

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA– Telkomsel melalui Dunia Games menggelar Liga eSport sebagai rangkaian kompetisi di Indonesia Games Championship (IGC) 2019. Liga eSport …