Mau Nyoba Kopi Borneo di Bandung? di Sini Tempatnya

Kopi Kamek di kedai Pusdavstore, Pusdai, Bandung (Nur Fidiah/Radar Bandung)

Kopi Kamek di kedai Pusdavstore, Pusdai, Bandung (Nur Fidiah/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Indonesia memang surganya biji kopi, bukan hanya Jawa Barat yang terkenal dengan biji kopi unggulannya tapi Kalimantan ternyata menyimpan biji kopi asli tanah Borneo.

Karena kesukannya meminum kopi dan cintanya terhadap kota kelahiran, membuat seorang jurnalis di Bandung tertarik untuk memperkenalkan biji kopi Kalimantan ke masyarakat Indonesia khususnya warga Bandung.

Bila berkunjung ke kawasan Pusat Dakwah Indonesia (PUSDAI) sempatkan mampir ke sebuah kedai minimalis yang berada di dalam Pusdavstore, Kopi Kamek namanya.

Sang pemilik, Tara Hendra, mengaku bahwa kopi Kalimantan masih belum banyak diketahui padahal rasanya tak kalah nikmat dengan kopi dari daerah-daerah lain di Indonesia.

Karakter kopi yang asam dan gurih menjadi ciri khas dari kopi yang ditanam di dataran kering Kalimantan.

“Justru rasanya yang unik itu menjadi pengingat dari kopi-kopi lainnya,” ucapnya kepada Radar Bandung, belum lama ini.

Untuk mendapatkan rasa kopi yang asli, Tara langsung mengambilnya dari Kalimantan. Ia mengaku masih mengambil dari kopi yang digunakan Asiang dan Aming, yang sudah sangat terkenal di sana.

“Kalau mampir ke Kalimantan wajib dicoba kopi Asiang dan Aming. Penikmat kopi pasti sudah hafal siapa mereka,” tambahnya.

Bila dikota aslinya menggunakan alat khusus dan penyajiannya yang unik yaitu kopi di buat seperti pembuatan teh tarik, di sini kopi disajikan seperti pada umumnya. Espresso, cappucino, dan latte tetap disediakan oleh kedai yang baru buka akhir bulan lalu.

“Karena alatnya yang cukup sulit didapat, disini kami sediakan es kopi susu dan jenis minuman kopi pada umumnya,” jelasnya.

Kopi Kamek bukan hanya menyediakan biji kopi Kalimantan, ada juga Papandayan dan Aroma. Urusan harga jangan khawatir, semua minuman disini tidak ada yang lebih dari Rp 15 ribu, segelas double espresso hanya dihargai empat ribu rupiah.

“Karena menikmati kopi itu tidak perlu mahal, semua orang bisa meminum kopi dengan harga yang terjangkau. Kualitas bagus, harga merakyat,” pungkasnya.

Kopi Kamek buka setiap hari, tetapi setiap hari Jum’at di waktu sholat Jum’at kedai ini tutup sementara. Jangan lupa ajak kerabat terdekat, sembari menyeruput kopi bisa sekaligus belanja clothing line di sini.

(fid)

loading...

Feeds

PKB Polisikan Ustad Yahya Waloni

Sekjend PKB Abdul Kadir Karding melaporkan Ustad Yahya Waloni ke Bareskrim karena pernyataannya dianggap menghina Megawati Soekarnoputri, Ma’ruf Amin dan …