Begini Rangkaian Acara Peringatan Konfrensi Asia Afrika di Bandung

Anggota pramuka Kota Bandung mengibarkan bendera negara-negara Asia - Afrika dan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (4/2017). Upacara pengibaran bendera tersebut dalam rangka Peringatan 62 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Riana Setiawan)

Anggota pramuka Kota Bandung mengibarkan bendera negara-negara Asia - Afrika dan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (4/2017). Upacara pengibaran bendera tersebut dalam rangka Peringatan 62 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Riana Setiawan)

POJOKBANDUNG.com -Rangkaian acara akan fokus pada pelajar di Kota Bandung. Rangkaiannnya akan digelar pada 29 April di rute sepanjang 3,1 kilometer yang dimulai di Savoy Homann, selanjutnya menuju Jalan Banceuy-Jalan Cikapundung-Braga Pendek-Jalan Preanger dan kembali ke Savoy Homann.

Aswin Sulaeman Kabid Pemasaran Disbudpar mengatakan, rangkaian acara Peringatan KAA akan banyak acara yang melibatkan masyarakat Bandung. Tak hanya itu, beberapa Kabupaten Kota di Indonesia pun akan di undang.

“Untuk undangan negara Asia Afrika, sebagian besar mereka belum bisa terlihat, mungkin karena pembagian waktu,” ujarnya di Taman Sejarah, Jalan Merdeka, Bandung, baru-baru ini.

Aswin mengatakan, untuk negara yang sudah ada konfirmasi ada di antaranya beberapa begara yang dekat dengan Indonesia. Seperti, Thailan, Malaysia, Singapura.

“Ada permintaan waktu tujuh hari dari Thailan, sedangkan acara puncak hanya satu hari, kemungkinan akan kami fikirkan,” sabungnya.

Kata Aswin, wahana yang akan diberikan pada acara puncak tak lain perfrom dari masing-masing peserta undangan, dimana para peserta unjuk gigi dengan semua rombongannya.

“Saya dengar ada yang mau bawa kereta kencana tapi masih konfrimasi juga,” ungkapnya.

Masih kata Aswin, untuk peserta lokal siswa Sekolah Menengah Pertama(SMP) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) akan dibatasi, Dikatakanya, hal tersebut untuk efisiensi.

“Karena ada dari satu SMP sekitar 75 orang ingin ikutan, itu banyak sekali,” sambungnya.

Aswin menambahkan, yang membedakan Peringatan KAA 2018 dengan tahun sebelumnya adalah semangatnya, jika di tahun ini semua anak-anak sengaja dilibatkan. Agar menjadi sepirit baru untuk warga Bandung.

“KAA 2018, warga Bandung saatnya muncul dari permukaan,” tuturnya.

Tempat yang sama, Kepala Museum KAA, Meinarti Fauzi menjelaskan, pada 2018 acara peringatan KAA tidak akan mengundang Negara-Negara Asia dan Afrika. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Jadi tahun ini hanya mengundang sekolah-sekolah yang ada di Bandung,” ujar Meinarti.

Meinarti mengatakan, upacara diplomatik yang di ulang tahun sebelumnya sering diadakan dan melibatkan perwakilan dari 100 negara, di 2018 di gantikan dengan anak-anak Sekolah Dasar(SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai peserta.

“Untuk pengibaran 100 bendera Negara Asia Afrika dan bendera PBB tetap dikibarkan,” ungkapnya.

Disinggung mengenai kedatangan orang nomor satu di Indonesia, Joko Widodo, Meinarti mengatakan, belum ada informasi lebih lanjut terkait kedatangan Jokowi.

“Kami tidak ada informasi untuk kedatangan beliau,”  tandasnya.

Dinas Kebudayan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung dan Kepala Museum Konfrensi Asia Afrika (KAA) Kota Bandung mengatakan, acara peringatan KAA ke-63 tahun akan berbeda dari tahu-tahun sebelumnya.

(cr3)

 

 

loading...

Feeds

Lewat Dunia Games, Telkomsel Gelar Liga ESport

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA– Telkomsel melalui Dunia Games menggelar Liga eSport sebagai rangkaian kompetisi di Indonesia Games Championship (IGC) 2019. Liga eSport …