Aktivis Tani dan Buruh dari Bandung Ini Daftar DPD Jabar ke KPU

Sapei Rusin, bakal calon anggota DPD RI (dok pribadi)

Sapei Rusin, bakal calon anggota DPD RI (dok pribadi)

POJOKBANDUNG.com – Sapei Rusin (42), seorang aktivis di Bandung, Jawa Barat, mendatfarkan diri menjadi calon DPD Jabar ke KPU. Selama ini, Sapei dikenal sebagai pembela kaum petani dan buruh di Jawa Barat.

Sapei Rusin mendaftar ke kantor KPU RI Minggu (22/4) lalu. Perjalanan kariernya di dunia pergerakan cukup luas.

Ia pernah menjadi Ketua Dewan Sekolah Kepemimpinan untuk Pembaruan Desa dan Agraria (SKPDA), inisiator dan pengajar pada Sekolah Politik Anggaran (SEPOLA) Inisiatif.

Ia juga Koordinator Dewan Sekolah Politik Pembaruan Agraria (SPORA). Juga pengajar pada berbagai pelatihan untuk pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat.

Sapei Rusin, bakal calon anggota DPD RI (dok pribadi)

Sapei mengatakan, dalam mengumpulkan KTP sebagai persyaratan, ia melakukannya dengan bantuan relawan dari mahasiswa dan kaum buruh.

“Mereka selama sebulan lebih memasukkan data KTP ke komputer, siang dan malam, bahkan mereka tidak tidur,” katanya, melalui siaran persnya.

“Bahkan untuk makan mereka yang bekerja memasukkan data, datang dari relawan lainnya , setiap hari silih berganti mereka menyumbang makanan” sambung dia, seraya mengucapkan  terimakasih kepada para relawan yang telah membantunya.

“Saya daftar DPD karena selama setahun ini, kisruh terjadi di tubuh DPD Mahkamah Agung melantik orang partai. Pelantikan yang sampai hari ini masih dipertanyakan banyak kalangan. MA mengingkari amar putusannya sendiri dengan tetap mengambil sumpah pimpinan yang baru terpilih yang sekaligus mencerminkan runtuhnya benteng terakhir penegakan hukum di republik tercinta,” bebernya.

Sebenarnya, lanjut dia, tugas dan wewenang DPD sebagai pengajuan usul, ikut dalam pembahasan dan memberikan pertimbangan yang berkaitan dengan bidang legislasi tertentu dan melakukan pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang tertentu.

Anggota DPD dari setiap provinsi adalah 4 orang. Dengan demikian jumlah anggota DPD saat ini adalah seharusnya 136 orang. Masa jabatan anggota DPD adalah 5 tahun, dan berakhir bersamaan pada saat anggota DPD yang baru mengucapkan sumpah.

Di sela sela waktu luang, Sapei membuat lagu dan belajar aksara Sunda kuno dengan Muktimukti dan aktif sebagi penggiat di Majelis Sastra Bandung (MSB).

Pria beranak tiga ini merupakan lulusan ITB tahun 1999, dan Fellow of American Council for Young Political Leader (ACYPL) Program (2012), Comparative study on Pro Poor Participatory Budgeting in Porto Allege, Brazil (2005), dan  Comparative study on people based advocacy in Pune, Maharashtra, India (2002).

Ia juga pendiri dan Ketua Perkumpulan Inisiatif. Kini juga menjabat Ketua Majelis Pengarah Organisasi (MPO) Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI) dan Ketua Badan Pelaksana Perhimpunan Penggerak Advokasi Kerakyatan, dan pernah aktif di Presidium Sarasehan Warga Bandung (SAWARUNG) serta Peneliti AKATIGA dan B-Trust.

(*/men/pojokbandung)

loading...

Feeds

Tips Wisata Kuliner di Bandung

Wisata kuliner bandung memang banyak menjadi tujuan utama para pendatang di kota Bandung. Bandung memang sangat terkenal dengan berbagai sajian …