Galang Duit untuk Kampanye Istri, KPK Tetapkan Bupati Abubakar Tersangka

Bupati Bandung Barat, Abubakar (Baju Putih) melarikan diri dari kejaran wartawan dengan menggunakan lift barang usai menjalani pengobatan di ruang kemoterapi Rumah Sakit Borromeus Bandung, Rabu (11/4). 
(Riana Setiawan/Radar Bandung)

Bupati Bandung Barat, Abubakar (Baju Putih) melarikan diri dari kejaran wartawan dengan menggunakan lift barang usai menjalani pengobatan di ruang kemoterapi Rumah Sakit Borromeus Bandung, Rabu (11/4). (Riana Setiawan/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – KPK akhirnya resmi menetapkan Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB), Abubakar (ABB). Ia dinyatakan tersangka terkait kasus penggalangan dana politik untuk kepentingan kampanye istrinya yang akan mencalonkan diri sebagai Bupati KBB 2018.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang, mengungkapkan bahwa ABB, menerima uang suap untuk biaya istrinya, Elin Suharliah, maju dalam Pilkada 2018.

Demi mengantarkan istrinya sebagai Bupati Bandung Barat pada periode 2018-2023, Abubakar meminta uang kepada sejumlah kepala dinas.

“Diduga ABB (Abubakar) meminta uang ke sejumlah kepala dinas untuk kepentingan pencalonan istrinya, Elin Suharlian, sebagai Bupati Bandung Barat 2018-2023,” ujar Saut di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (11/4).

Saut mengungkapkan, permintaan Abubakar ini diungkapkan dalam beberapa pertemuan antara dirinya dengan Kepala SKPD pada bulan Januari, Februari, dan Maret.

Uang tersebut rencananya digunakan untuk membayar lembaga survei yang digunakan untuk menghitung elektabilitas istrinya.

“Hingga April, Bupati terus menagih permintaan uang ini salah satunya untuk melunasi pembayaran ke lembaga survei,” jelas Saut.

Akhirnya untuk mengumpulkan uang tersebut, Abubakar meminta pertolongan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati (WLW) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat Adiyoto (ADY).

“WLW dan ADY bertugas untuk menagih ke SKPD sesuai janji yang disepakati,” tambah Saut.

Hingga akhirnya, mereka terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar penyidik KPK, Selasa (10/4) malam.

Juru bicara KPK, Febri Dyansyah mengaku, seharusnya Abubakar sudah dibawa KPK pada Selasa malam lalu, hanya saja kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk dibawa, maka proses OTT itu ditunda.

“Ini atas dasar kemanusiaan. Kami sudah meminta beliau membuat surat pernyataan bahwa penyidik dapat melakukan pemeriksaan awal terhadap bupati di rumah pribadinya,” ujar Febri yang saat itu turut memantau proses kemoterapi Abubakar di Rumah Sakit Santo Borromeus, Rabu (11/4).

(bie/cr3/peh)

loading...

Feeds

Agnez Mo Makin Intim dengan Kekasih

 Agnez Mo masih saja enggan berbagi tentang kisah asmaranya dengan Jeffrey J Kopchia. Pelantun Coke Bottle itu tak jua mengunggah foto …