Kartu Perdana Dipangkas Kebijakan, Tukang Pulsa Meradang

Yayat (33), seorang pedagang pulsa dan kartu perdana di sekitaran Jalan Dipatiukur, Bandung. (M Gumilang/Radar Bandung)

Yayat (33), seorang pedagang pulsa dan kartu perdana di sekitaran Jalan Dipatiukur, Bandung. (M Gumilang/Radar Bandung)

KEBIJAKAN pemerintah soal pembatasan sim card lagi-lagi bikin rakyat puyeng. Rakyat harus sibuk memperbaiki data agar bisa registrasi. Kebijakan itu juga dituding memangkas rezeki tukang pulsa.


M Gumilang, Bandung

BEBERAPA penjual kartu perdana seluler di Bandung menceritakan kekhawatirannya terkait kebijakan pemerintah tentang batasan registrasi ulang kartu prabayar.

Menurut mereka, penjualan kartu perdana internet lebih menguntungkan daripada penjulan pulsa biasa yang cenderung menurun sekarang ini.

Yayat (33), sehari-hari berdagang pulsa dan aksesori ponsel di kiosnya di sekitar Jalan Dipatiukur, Kota Bandung. Sudah 5 tahun ia membuka konter. Tiap hari, ia buka pukul 09.00 WIB hingga pukul  21.00 WIB.

Namun, segalanya berubah setelah pemerintah mengumumkan ketentuan soal kebijakan registrasi ulang menjelang Oktober tahun 2017 hingga akhir Februari 2018.

Puncaknya terjadi pada Senin (2/4) lalu, Yayat memilih bergabung bersama ribuan pengusaha kios pulsa lainnya di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Jalan Diponegoro.

Sepanjang aksi itu, ia meceritakan, tak bosan-bosannya mengacungkan spanduk protes bertuliskan “Menolak kebijakan yang berpotensi menurunkan omzet dan mematikan bisnis konter pulsa”.

Demonstrasi pada hari Senin lalu itu diorganisir Kesatuan Niaga Celluler Indonesia (KNCI). Empat hari sebelum protes berlangsung, seorang anggota KNCI datang ke kios pulsanya, datang mengabarkan jadwal protes. Yayat menyanggupinya tanpa berpikir panjang.

Ridwan (36) seorang pedagang pulsa dan kartu perdana di sekitara Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung. (M Gumilang/Radar Bandung)

Ia bersama orang-orang yang senasib menentang kebijakan pemerintah, terutama Pasal 11 Peraturan Menteri Kominfo Nomor 21 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Ia menuturkan, dalam kebijakan tersebut, satu NIK Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik hanya boleh dipakai untuk registrasi tiga kartu seluler saja.

Registrasi juga hanya bisa dilakukan lewat gerai resmi milik operator penyelenggara jasa telekomunikasi.

Menurut Yayat, aturan tersebut bakal menyusutkan omzet penjualan kartu perdana internet, padahal sudah lima tahun ini dari sanalah pemasukan terbesarnya berasal.

“Keuntungan bersih penjualan kartu perdana internet sekitar Rp 400 ribu sehari. Sehari bisa 100 kartu yang terjual. Sementara penjualan pulsa biasa sudah lama menurun,” ucapnya kepada Radar Bandung.

Ia menjelaskan, sebelum kondisi seperti sekarang, bisnis kios pulsa pernah mengalami masa kejayaan, terutama ketika telepon genggam menjadi barang yang tak lagi begitu mahal yang mudah dibeli banyak orang.

Yayat masih ingat, ketika pertama berdagang pada 2013, ia hanya menjual voucher pulsa dan aksesori. Tiga tahun setelah itu, kiosnya juga mulai membuka jasa servis ponsel dan pemasangan aplikasi.

“Modal awal saya cuma Rp 2 juta, tapi bisnisnya cepat berkembang waktu itu,” kenangnya.

Awal tahun 2014, aplikasi pesan instan seperti BlackBerry Messenger, WhatsApp, LINE dan sebagainya semakin banyak dipakai orang.

Sejak itu bisnis Yayat melebar. Ia mulai menjual paket internet kartu perdana meski awalnya tak begitu laku.

“Puncaknya 2015 waktu banyak yang pakai sinyal 4G, sebagian besar pendapatan dari penjualan kartu SIM,” jelasnya.

Yayat mengaku, laba bersih yang bisa ia peroleh Rp 400 sampai Rp 600 ribu per hari. Uang itu cukup untuk menghidupi dua orang anak dan satu istri.

Ia juga bisa membayar pegawai dengan gaji Rp 3 juta per bulan dan sewa kios Rp 20 juta per tahun.

“Kalau ada lebih kadang kasih pegawai sebagai bonus,” ujarnya.

Apa yang dialami Yayat pada masa itu juga dirasakan banyak pedagang kios kartu perdana lainnya. Tidak heran kalau ketika itu kios pulsa semakin menjamur.

Ridwan (36), pengusaha pulsa dan aksesori di sekitaran Ciumbuleuit, bercerita bahwa dirinya berhenti bekerja sebagai karyawan dan mulai menjual kartu seluler paket internet kartu perdana pada 2013. Ia mengaku merogoh tabungan untuk modal sebesar Rp 5 juta.

“Beberapa bulan modal balik dan untung dua kali lipat,” katanya kepada Radar Bandung.

Sama seperti Yayat, Ridwan memulai usahanya dengan menjual pulsa elektrik dan aksesori ponsel.

Namun, kata dia, sejak awal berdagang penjualan pulsa tak begitu laku. Menurutnya, orang-orang lebih banyak pakai paket internet kartu perdana. Ia memang mulai berdagang ketika smartphone mulai menjamur.

“Makanya SIM card paket internet waktu itu saya borong. Laku semua.” ungkapnya.

Ketentuan terkait penggunaan kartu seluler yang dibatasi sebagai konsekuensi dari registras ulang Sim Card, membuatnya khawatir omzet penjualan akan merosot dari kartu perdana.

Ia merasakan hal tersebut sejak pemerintahan mewajibkan validasi kartu seluler menggunakan NIK dan Kartu Keluarga.

“Mungkin, orang-orang mengira kalau beli kartu paket internet perdana sudah enggak bisa, karena sudah registrasi kartu SIM.”

Ia menuturkan, meski dibatasi, pemasukan lain dari penjualan pulsa atau paket seharusnya tak terganggu. Namun hal itu tidak terjadi menurutnya.

“Orang-orang sekarang cenderung beli pulsa pakai Go-Jek atau lewat bank.” terangnya.

Ia menjelaskan, di sisi lain, para pedagang kios pulsa sudah sangat bergantung dengan bisnis paket kartu perdana ini. Konsumen pun sudah telanjur ketagihan dengan tawaran biaya yang lebih murah dibandingkan paket reguler.

“Lebih banyak yang membeli kartu perdana daripada pulsa. Mungkin karena simple tanpa perlu ribet registrasi paket,” pungkasnya.

(*)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Kol. Tek Videon Nugroho Yakinkan Sinovac Aman

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Didampingi oleh para Kepala Dinas, Komandan Wing Pendidikan Teknik Kolonel Tek Videon Nugroho, mengikuti Vaksinasi Covid-19 tahap …

Kodam Cendrawasih Siap Dukung PON XX Papua

POJOKBANDUNG.com, JAYAPURA – Dalam rangka meminta dukungan dari Kodam XVII/Cenderawasih, Ketua Umum KONI Jawa Barat, Ahmad Saefudin bersama rombongan melaksanakan …