Potensi Tsunami di Pantai Jawa Penting Dikaji, Begini Alasannya

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kasbani (tengah), dalam jumpa pers di Kantor PVMBG Badan Geologi, Jalan Diponegoro, Bandung. (M Gumilang/Radar Bandung)

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kasbani (tengah), dalam jumpa pers di Kantor PVMBG Badan Geologi, Jalan Diponegoro, Bandung. (M Gumilang/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, meminta masyarakat tidak panik dalam menyikapi isu tsunami besar di selat Sunda dan pantai selatan Jawa.


Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kasbani, mengatakan, Indonesia memang masuk dalam daerah rawan bencana alam seperti gempa dan tsunami karena merujuk pada adanya tiga lempeng tektonik aktif.

Sementara isu potensi tsunami di Jawa bagian barat adalah hasil kajian akademis awal dari simulasi pemodelan menggunakan sumber tsunami dari gempa bumi di tiga titik potensi gempa bumi megathrust, Enggano, Selat Sunda, dan Jawa Barat bagian selatan.

Baca Juga:

Gempabumi Megathrust Ancam Jakarta dan Jabar, Ini yang Harus Dilakukan

Gempa dan Tsunami Ancam Jabar, Ini yang Harus Diketahui

“Masih dalam kajian, bukan suatu prediksi ke depan,” ujarnya dalam jumpa pers di Kantor PVMBG Badan Geologi, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (6/4).

Kasbani menuturkan, skenario terburuk dari total enam pemodelan, jika gempa terjadi secara bersamaan di tiga titik potensi gempa dengan skala tertinggi 8,7 skala Richter (SR).

Skenario ini apabila dibuat simulasi pemodelan, maka akan menimbulkan tsunami besar. Dalam sejarah tsunami di Indonesia, pihaknya telah mempunyai titik-titik penelitan di beberapa daerah sebagai dasar untuk mengkaji potensi tsunami ke depannya.

“Potensi gempa yang memicu tsunami di daerah itu juga diteliti untuk membuat perkiraan tsunami di Indonesia seperti apa,” tuturnya.

(gum)

Loading...

loading...

Feeds