Jenderal Tito Janjikan Kapolres yang Bangun Zona Antikorupsi Bakal Dapat Promosi Jabatan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menpan RB, Asman Abnur, di Aula Moeryono Mapolda Jabar, Bandung. (M Gumilang/Radar Bandung)

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menpan RB, Asman Abnur, di Aula Moeryono Mapolda Jabar, Bandung. (M Gumilang/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kementrian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) melakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama dalam membangun integritas di tubuh Polri.


Selain itu, Polri telah mencanangkan sebuah program bernama Profesional, Modern, dan Terpecaya (Prometer) sebagai program peningkatan kinerja Polri kepada masyarakat.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian dan Menpan RB, Asman Abnur melakukan penandatanganan keputusan bersama tentang upaya Polri dalam mewujudkan peningkatan integritas serta pembersihan praktek korupsi birokrasi di tubuh Polri.

Sejumlah pejabat Polri yang hadir, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar) dan jajaran Kapolres di Jabar, hadir menyaksikan proses penandatanganan tersebut.

Tito mengatakan, bagi Polri, penandatanganan kerjasama ini merupakan sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan. Alasannya, upaya Polri dalam melakukan reformasi birokrasi di tubuh Polri karena menurutnya, birokrasi adalah jantung daripada sebuah organisasi.

“Kuncinya di SDM dan birokrat. Makanya perlu juga reformasi di kepolisian,” dalam sambutannya di acara tersebut yang diselenggarakan di Markas Polda (Mapolda) Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Selasa (3/4).

Tito menuturkan, reformasi juga diperlukan guna memenuhi tuntutan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Sebab, saat ini Indonesia tengah dihadapi dengan demokrasi yang berkemasyarakatan.

“Melakukan perbaikan birokrasi merupakan tuntutan di era reformasi birokrasi,” tuturnya.

Tito mengimbau, setiap Polda di Indonesia untuk membangun sebuah zona integritas.

Menurutnya, ada dua cara membangun zona integritas, pertama yaitu bottom up atau melakukan perubahan dari bawah ke atas semaksimal mungkin untuk bebas korupsi, serta budaya melayani publik sebaik mungkin.

Kemudian, mekanisme top down, atau dari atas ke bawah, dengan kata lain imbuhnya, dibantu dari atas untuk menetapkan zonanya.

“Yang selama ini brengsek, banyak korupsi di pelayanan, diubah, diperbaiki. Perlu dukungan anggaran, dipenuhi,” tegasnya.

Selain itu, Tito juga turut memamerkan hasil positif dari sebuah program Polri selama ia menjabat sebagai Kapolri yakni program  bernama, Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter). Program tersebut dicanangkannya di hadapan Menpan RB, Asman Abnur.

“Program Promoter sudah menunjukkan hasil yang baik,” ungkapnya.

Tito menjelaskan, hasil positif dari program tersebut ditandai dengan survei yang dikeluarkan Badan Literasi dan pengembangan Kompas  ditahun lalu.

Menurut Tito, Polri yang awalnya berada di posisi tiga terendah citra publik, naik drastis di posisi tiga dengan nilai kepercayaan 72 persen. Polri berada di bawah institusi TNI di posisi pertama dan KPK di posisi kedua.

“Polri sempat turun sedikit, tapi naiknya konstan semenjak program promoter digalakkan. Lembaga lain trennya naik turun. Ini indikator baik bagi kita,” terangnya.

Tito menerangkan, program Promoter sudah mulai diberlakukan semenjak Tito menjabat Kapolri. Saat tahun 2016 lalu, Tito menjelaskan bahwa pada saat itu Polri berada di posisi terendah dalam hal tingkat kepercayaan.

Untuk memperbaiki hal itu, Tito lantas membuat konsep Promoter Polri tersebut.

Menurutnya, program Promoter mencakup peningkatan kinerja dalam hal perbaikan pelayanan publik, inovasi pelayanan publik, penegakan hukum yang profesional hingga pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

“Konsep kami sama esensinya dengan konsep Menpan RB untuk meningkatkan mentalitas pelayanan,” ujarnya.

Alasannya, Tito sangat serius ingin menciptakan zona integritas di tubuh Polri ini. Bahkan Tito menjanjikan promosi bagi Kapolda dan Kapolres yang mampu menciptakan zona integritas tersebut bila sukses dan berhasil.

“Saya ingin menciptakan iklim kompetitif yang positif antar Polres dan antar Polda,” ujarnya.

Ia mengunkapkan, sengaja membuat iklim kompetitif tersebut agar seluruh Polres dan Polda semangat dalam menggelorakan zona integritas.

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Kol. Tek Videon Nugroho Yakinkan Sinovac Aman

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Didampingi oleh para Kepala Dinas, Komandan Wing Pendidikan Teknik Kolonel Tek Videon Nugroho, mengikuti Vaksinasi Covid-19 tahap …