Satu NIK untuk Tiga Kartu, Pengusaha Konter Pulsa Minta Menkominfo Dipecat

Aksi dari Kesatuan Niaga Celuler Indonesia (KNCI) Jabar yang menolak kebijakan pemerintah untuk melakukan pembatasan satu nomor induk kependudukan (NIK) untuk registrasi tiga kartu perdana (Riana Setiawan/Radar Bandung)

Aksi dari Kesatuan Niaga Celuler Indonesia (KNCI) Jabar yang menolak kebijakan pemerintah untuk melakukan pembatasan satu nomor induk kependudukan (NIK) untuk registrasi tiga kartu perdana (Riana Setiawan/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kesatuan Niaga Celuler Indonesia (KNCI) Jawa Barat (Jabar) menolak kebijakan pemerintah untuk melakukan pembatasan satu nomor induk kependudukan (NIK) untuk registrasi tiga kartu perdana prabayar.


KNCI menilai, kebijakan tersebut dapat mengancam para pengusaha konter penjual kartu seluler.

Para pedagang pulsa ponsel ini menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin (2/4) lalu.

Pantauan Radar Bandung, ratusan orang hadir dalam aksi damai ini. Berbagai macam spanduk dan poster bertuliskan berbagai tuntutan, mereka bentangkan sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah.

Dalam aksinya, mereka menuntut agar pemerintah membatalkan aturan pembatasan satu NIK untuk registrasi tiga kartu perdana.

Dalam orasinya mereka menuntut Menteri Komunikasi Informasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara untuk dicopot dari jabatannya segera mungkin.

Para penjual pulsa ini menilai Rudiantara telah membohongi pengusaha konter pulsa skala kecil dengan kebijakan tersebut.

“Copot Rudiantara sebagai Menteri Kominfo,” tegas seorang orator di atas mobil.

Ketua KNCI Jabar, Firman Zidan, mengatakan, aksi digelar secara serempak hari ini di seluruh Indonesia.

“Kami datang ke sini untuk menolak pembatasan satu NIK untuk registrasi tiga kartu perdana,” ungkapnya kepada para wartawan di lokasi aksi.

Lanjutnya, karena salah satu sumber pendapatan terbesar bagi pebisnis pulsa ponsel ialah penjualan kartu perdana. Dengan adanya pembatasan tersebut tentu akan berdampak terhadap pendapatan dari pebisnis pulsa.

“Aturan ini tentu sangat mengganggu usaha kita. Karena marjin besar untuk penjualan (konter seluler) adalah kartu perdana. Bila dibatasi 5 juta orang akan kehilangan penghasilan, 800 ribu outlet kehilangan pekerjaan,” jelasnya.

Bahkan menurutnya, para pedagang pulsa dan pengusaha konter ponsel sudah mulai merasakan penurunan pendapatan dengan adanya kebijakan tersebut.

“Penurunan pendapatan kami bisa sampai 70 persen,” imbuhnya.

Pihaknya menuntut kepada pemerintah agar segera mencabut Permen Kominfo Nomor 12/2016 yang direvisi ke Nomor 14/2017 dan direvisi kembali ke UU Nomor 21/2017. Dalam undang-undang itu disebutkan bila satu NIK untuk registrasi tiga sim card.

“Aturan itu sangat membunuh usaha kami. Kemudian kita tidak diberikan akses aktifasi seperti gerai. Padahal outlet itu mitra dari operator,” tuturnya.

Di samping itu, pihaknya mengancam akan terus menggelar aksi serupa bila tuntutannya tidak didengar pemerintah.

“Kita akan aksi terus (untuk menyuarakan penolakan ini) sampai tembus ke Presiden,” pungkasnya.

(Cr1)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Kol. Tek Videon Nugroho Yakinkan Sinovac Aman

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Didampingi oleh para Kepala Dinas, Komandan Wing Pendidikan Teknik Kolonel Tek Videon Nugroho, mengikuti Vaksinasi Covid-19 tahap …