Hampir 10 Ribu Warga Bandung Terkena TBC, Begini Caranya Agar Tak Tertular

Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia, di Plaza Balai Kota Bandung (M Gumilang/Radar Bandung)

Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia, di Plaza Balai Kota Bandung (M Gumilang/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mencatat temuan kasus Tuberkulosis (TBC) di Kota Bandung sebanyak 9.632 kasus hingga 2018 ini.


Dari total 2.404.589 penududuk yang ada di Kota Bandung, sebanyak 399 laporan kasus dapat terjadi dari jumlah 100.000 penduduk.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita mengatakan, Pemkot Bandung melalui Dinkes tengah memprioritaskan program pengentasan penyakit menular tersebut sedari dini.

“Di Kota Bandung ini dalam 100.000 penduduk itu sebetulnya harus bisa ditemukan sebanyak 399 kasus TBC,” ujar Rita di sela Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia, di Plaza Balai Kota Bandung, baru-baru ini.

Hanya penanganan untuk pengobatanan TBC di Kota Bandung baru mencapai 80%. Sedangkan target penanganan TBC diharapkan mencapai 90%.

“Sekarang ini masih ada kekurangan 10 persen yang memang harus kita kejar. 10 persen itu karena ketidakdisiplinan penderita yang bersangkutan saat berobat,” ungkapnya.

Rita memaparkan, temuan 9.632 kasus TBCi merupakan hasil deteksi TBC sedari dini yang dilakukan berbagai pusat pelayanan kesehatan melalui program TOSS TBC alias Temukan Obati Sampai sembuh Tuberkulosis.

Dinkes Kota Bandung pun terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan fasilitas pelayanan lainnya untuk mengejar target tersebut. Upaya ini untuk memberikan kemudahan para penderita TBC dalam mengobati penyakitnya sampai sembuh.

“Temuan 9.632 kasus ini, di mana hampir 20 persen dari tahun ke tahun memang terus meningkat. Mungki dari sisi peningkatan penyakit itu jelek tapi dari sisi program TOSS tergolong berhasil menemukan penderita. Jadi deteksi dininya berjalan dengan baik,” ujarnya.

Penderita TBC hampir merata tersebar di seluruh wilayah kecamatan di Kota Bandung. Faktor lingkungan jelas sangat berpengaruh. Salah satunya, TBC banyak terjadi di daerah yang padat penduduk dengan area pemukiman kumuh.

“Bahkan area tinggal yang memiliki ventilasi kurang baik, kelembaban tinggi, pencahayaan tempat tinggal yang kurang baik juga sangat rentan,” terangnya.

Berdasarkan data, kasus temuan para penderita TBC di Kota Bandung ini bervariasi dari kalangan usia anak-anak sampai orang tua.

Loading...

loading...

Feeds