Hemat Listrik Jangan Cuma di Earth Hour Saja

Kampanye hemat energi dengan aksi mematikan lampu di Plaza Trans Studio Mall (TSM). (M Gumilang/Radar Bandung)

Kampanye hemat energi dengan aksi mematikan lampu di Plaza Trans Studio Mall (TSM). (M Gumilang/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Komunitas Lingkungan Earth Hour Bandung menggelar kampanye hemat energi dengan aksi mematikan lampu selama satu jam yakni dari pukul 20.30 sampai 21.30 WIB.


Acara tersebut digelar secara seremonial di Plaza Trans Studio Mall (TSM), Sabtu (24/3).

Koordinator Earth Hour Bandung, Saeful Hamdi mengatkan, Earth Hour Bandung adalah bagian dari gerakan global dalam upaya pelestarian lingkungan dan penggunaan energi secara bijak.

Lanjutnya, Earth Hour Bandung mempunyai agenda tahunan lainnya seperti Switch Off event dan sejumlah agenda lokal yang berupaya mengedukasi masyarakat tentang bijak energi yang dikelola oleh Jaringan Komunikasi Bandung Bijak Energi (JKBBE).

“Di Kota Bandung sendiri, acara ini sudah gelar sejak tahun 2010 lalu dan untuk secara global sejak tahun 2007 oleh penggagasnya yakni World Wide Fund (WWF),” ujarnya saat ditemui Radar Bandung di Plaza Trans Studio Mall Bandung, Sabtu (24/3).

Menurutnya, selain di Kota Bandung, kampanye tersebut juga digelar di 31 Kota yang ada di Indonesia serta sejumlah negara di dunia dengan jumlah 187 negara yang ikut berpartisipasi dalam kampanye tersebut.

“Di Bandung sendiri ada dua tempat, yakni di Plaza Trans Studio Mall untuk Earth Hour Kota Bandung dan di Gedung Sate untuk Earth Hour Provinsi Jawa Barat,” terangnya.

Saeful mengatakan, untuk acara di Trans Studio Mall sendiri, tidak semua lampu mall dimatikan secara serentak pada pukul 20.30 sampai 21.30 WIB.

Menurutnya, hanya sebagaian lampu-lampu mall saja yang dimatikan seperti bagian luar Plaza mall tersebut serta beberapa Penerangan Jalan Umum (PJU) di sekitaran mall tersebut.

“Ini hanya seremonial saja,” imbuhnya.

Saeful mengatakan, Earth Bandung diharapkan mengingatkan  masyarakat Kota Bandung untuk bertindak bijak dalam menggunakan energi listrik setiap harinya.

Jadi, hemat energi itu tidak hanya harus selalu pada perayaan Earth Hour saja namun dapat dilanjutkan terus menerus ke aktifitas sehari-harinya juga.

“Kita sih intinya ingin mengajak masyarakat untuk mematikan apapun itu barang elektronik yang tidak terpakai, lebih baik dimatikan saja,” ujarnya.

Saeful menuturkan, dengan diadakannya Earth Hour tersebut, laporan Perusahaan Listrik Negara (PLN) kepadanya bahwa, Earth Hour Bandung ini telah dapat menghemat jumlah konsumsi listrik yang ada di Kota Bandung sebanyak 89 Megawatt.

“Alhamdullilah, kampanye kita menghasilkan dampak yang baik bagi lingkungan,” tuturnya.

Saeful menjelaskan, adapun tujuan dari komunitas lingkungan Earth Hour Bandung adalah yakni mendukung komitmen pemerintah Indonesia dalam COP21 untuk turut menurunkan emisi karbon hingga 29% pada tahun 2030.

Kampanye hemat energi dengan aksi mematikan lampu di Plaza Trans Studio Mall (TSM). (M Gumilang/Radar Bandung)

Selain itu,  Earth Hour Bandung mendukung program Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat untuk mengkonservasi energi, serta mengajak masyarakat dengan mengurangi jejak emisi karbon minimal 5% per orang dengan membiasakan gaya hidup Bijak Energi.

Ia melanjutkan, Earth Hour Bandung tidak hanya fokus mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan energi listrik saja, namun juga mempunyai beberapa program seperti mengajakan masyarakat Bandung agar lebih memilih menggunakan kendaraan sepeda daripada kendaraan yang menggunakan bahan bakar yang dapat menimbulkan polusi udara.

“Bersepeda merupakan transportasi hemat energi, dengan melakukan aksi bersepeda akan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan,” ujarnya.

Selanjutnya yakni, upaya kampanye dalam mengurangi sampah plastik yang ada di Kota Bandung. Menurutnya, Sampah plastik terbanyak adalah botol dan pembungkus plastik. Sebanyak 56% dimana tiga per empat berasal dari perumahan.

Dengan membawa botol minum sendiri dapat mengurangi sampah botol plastik. Selain itu Earth Hour Bandung mengajak masyarakat untuk melakukan diet kantong plastik. Lebih dari 80% sampah plastik di seluruh dunia lansung dibuang ke tempat pembuangan sampah hingga ke laut tanpa di daur ulang.

“Gunakan tas pakai ulang sebagai solusi mengurangi penggunaan kantong plastik,” ujarnya.

Loading...

loading...

Feeds