Pesan Veteran Soal Bandung Lautan Api untuk Anak Muda Zaman Now

Ribuan pelajar dan masyarakat mengikuti pawai obor memperingati peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api, di Jalan Dewi Sartika, Kota Bandung, Jumat (23/3) malam. (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

Ribuan pelajar dan masyarakat mengikuti pawai obor memperingati peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api, di Jalan Dewi Sartika, Kota Bandung, Jumat (23/3) malam. (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Bandung, Djono mengatakan, masyarakat khususnya warga Kota Bandung wajib memperingati Bandung Lautan Api (BLA).


Menurutnya, BLA adalah sebuah pengorbanan masyarakat Bandung yang tidak ternilai harganya.

Djono menuturkan, masyarakat Kota Bandung terutama para pemuda-pemudinya, wajib mengetahui sejarah perjuangan masyarakat Bandung, salah satunya adalah mengenang dan mempelajari perjuangan para veteran pada peristiwa 24 Maret 1946 itu.

Ziarah memperingati Hari Bandung Lautan Api di Taman Makam Pahlawan (TMP), Cikutra, Kota Bandung (M Gumilang/Radar Bandung)

Meski tinggal menyisakan segelintir kecil para pelaku, peristiwa heroik Bandung Lautan Api akan tetap membahana hingga sampai kapan pun.

“Tertulis kekal dalam sejarah,” ujar Djono kepada para wartawan saat memperingati Hari Bandung Lautan Api di Taman Makam Pahlawan (TMP), Cikutra, Kota Bandung, pekan lalu.

Djono menceritakan pengalamannya pada Peristiwa BLA dahulu. Dengan semangat perjuangan, segenap warga Bandung Selatan pada saat itu merelakan tempat tinggal dan seisi kotanya untuk dibumihanguskan.

Mereka tak rela rumah dan semua miliknya dimanfaatkan sekutu yang ditumpangi pasukan NICA (Nederlands Indi Civil Administratie). Kemerdekaan yang kini dinikmati warga masyarakat Bandung, jelas tak lepas dari jasa para pejuang dan rakyat yang ikut membumihanguskan Bandung.

“Dulu, lebih baik membakar tempat tinggal dan mundur 11 kilometer, ketimbang harus tunduk dari sekutu,” tegasnya.

Agar semangat BLA tetap berkobar, Djono menginginkan para pemuda-pemudi Bandung jangan hanya sekadar jadi penerus tapi harus jadi pelurus bangsa juga. Dan yang terpenting menurutnya, jangan melupakan sejarah.

“Seperti kata Presiden Soekarno, Jas Merah (Jangan Sekali-kali Melupakan sejarah). Terutama untuk generasi muda jangan lupa,” tegasnya lantang.

Semangat BLA, kata Djono, harus tetap berkobar karena jiwa seorang manusia bagi Djono tidak akan pernah tua.

“Para pemuda adalah cikal bakalnya semangat BLA di zaman kiwari (zaman now),” ujarnya

Djono menuturkan, anak muda zaman sekarang, harus dapat mengingat dan menghargai semangat para pejuang yang sudah rela mengorbankan seluruh jiwa raganya, serta dapat menilai, sebeberapa besar nasionalisme warga Bandung pada zaman itu.

“Saya tidak bisa menilai semangat anak muda saat ini. Mereka sendiri yang menilai. Coba kita lihat, setelah ada peringatan ini, apakah ada reaksi atau tidak,” pungkasnya.

(Cr1)

Loading...

loading...

Feeds

Pedagang Jamur Ketiban Berkah Hujan

POJOKBANDUNG.com, PAMULIHAN – Musim hujan yang tengah melanda saat ini, membawa angin segar bagi penjual jamur disepanjang jalan raya Bandung-Cirebon …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Perbaikan Tanggul Meleset dari Target

POJOKBANDUNG.com, BEKASI – Perbaikan tanggul Sungai Citarum yang berada di Kampung Babakan Banten, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, belum juga selesai …