Telkom Craft Indonesia Dibanjiri Pengusaha Muda

Event Telkom Craft Indonesia, JCC, Jakarta (Telkom)

Event Telkom Craft Indonesia, JCC, Jakarta (Telkom)

POJOKBANDUNG.com – Telkom Craft Indonesia yang mengangkat tema pelaku usaha kecil menengah sebagai pahlawan bangsa  untuk bersaing secara global, benar-benar diikuti pengusaha muda inspiratif.


Salah satu binaan PT Telkom di ajang bergengsi itu adalah Mulatsih Wiyanti  (31) yang karena kepekaannya terhadap lingkungan, berhasil merambah pasar di Asia. Produk aksesorisnya telah diminati di Singapura dan Filipina

“Saya menggunakan bahan seperti kawat tembaga, kayu, dan bahan-bahan yang bisa di re-cycle lainnya. Lingkungan rumah saya di Bantul memang terkenal dengan kerajinan mebel. Karena banyak sisa-sisa limbahnya yang tidak terpakai, saya berani berkreasi bersama teman-teman,” katanya di Event Telkom Craft Indonesia, JCC, Jakarta, Jumat (23/03) siang.

Di sela event yang berlangsung hingga Minggu (25/03) itu, Mulatsih menjelaskan, meski sibuk mengurusi restoran di Magelang, ia memberanikan diri merintis usaja aksesoris yang sudah digeluti selama empat tahun ini.

Event Telkom Craft Indonesia, JCC, Jakarta (Telkom)

“Khusus yang merangkai dengan kawat tembaga, itu masih saya lakukan sendiri karena butuh kejelian,” terangnya.

Batu batu unik dari pacitan juga turut dikombinasikan dengan bahan-bahan daur ulang tersebut, sehingga terlihat semakin elegan.

“Setiap desain aksesoris yang kami buat tidak akan diproduksi lagi, sehingga konsumen bisa tampil unik dan berbeda. Konsumennya berkisar antara usia 20 hingga 40 tahun,” ujarnya.

Target ke depannya, UKM yang ia namai Wint Craftnesia ini akan memiliki website sendiri. Tidak lupa, Mulatsih juga memberi semangat bagi calon pengusaha lainnya.

“Tidak perlu khawatir barang tidak akan laku. Yang terpenting adalah produk kalian punya ciri khas dan berdasarkan passion, jadi lebih enak menjalaninya,” katanya.

Sementara Ubaydillah (34), menjual kerupuk kulit sapi yang biasa disebut dorokdok oleh orang Sunda. Sebagian masyarakat berpikir tidak ada yang istimewa dari dorokdok, tetapi tidak bagi Ubay.

Dorokdok dengan merk Abang Gendut ini menyediakan rasa original, asin, dan pedas dengan harga Rp17.000

Latar belakang Ubay dari teknik industri dan telah cukup lama bekerja di salah satu pabrik, tidak lantas membuatnya buta melihat peluang bisnis.

Ia melihat, selama ini dorokdok hanya dipasarkan di pusat oleh-oleh atau penjaja keliling dan tidak banyak yang berani mengemas secara menarik hingga memasuki dunia retail.

“Awalnya memang banyak yang memandang sebelah mata ketika saya mencoba menitipkan dorokdok ini. Selalu saja ditolak. Tapi saya percaya ikhtiar saya akan membuahkan hasil. Jadi, bagi kalian yang baru berniat merintis usaha, jangan berhenti mencoba,” jelasnya.

Saat ini produksi masih dilakukan di rumah dengan jumlah 6 karyawan. Setiap harinya, Abang Gendut memproduksi 10kg dorokdok.

Menurutnya, event Telkom Craft Indonesia membuat ia terpacu dan banyak belajar dari tenant lainnya.

“Saya lebih mendapat wawasan dan jadi termotivasi ketika melihat UKM lainnya yang lebih unik. Saya juga belajar strategi pemasaran dari mereka,” imbuhnya.

Saat ini Ubay semakin meluaskan pemasaran produknya di Bandung. Bahkan, Rusia dan Arab Saudi pun sudah memberi tawaran. Namun, Ubay masih belum bisa menyanggupi.

Semangat pengusaha muda juga terpancar dari pemilik Orange Button, Reni Rengganis. Di usianya yang baru memasuki awal 30-an, ia sudah mengajar bisnis manajemen di Telkom University.

Tidak mau kalah, ia turut memasarkan produknya di Event Telkom Craft Indonesia.

Bersama suami, ia memproduksi pakaian untuk toddler, baik laki-laki ataupun perempuan. Keunikan produknya tersebut adalah membuat balita nyaman ketika beraktivitas.

“Kami nggak bermain di renda dan sablon. Cukup bahan yang bermotif saja,” katanya.

Sang ibu yang hobby menjahit dan sering mendapat pesanan, membuat Reni banyak belajar soal desain.

“Saya lebih ngeliat peluang aja sih. Temen-temen saya kan sekarang kebutuhannya udah lebih buat ke anak. Awalnya saya jual ke mereka secara offline dan Ibu juga banyak ngasih masukan karena dia jago menjahit,” tambahnya.

Tidak jarang ia juga menemui hambatan seperi kurangnya bahan apabila ingin memproduksi ulang. Namun, kedepannya ia tetap yakin bisa meningkatkan omset dan produknya semakin dikenal.

“Saya suka memotivasi mahasiswa saya juga. Kalau jadi wirausaha itu enak, tidur siang saja sudah dapat duit,” pungkasnya.

(peh)

Loading...

loading...

Feeds

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

KKI 2021 Dongkrak Pemulihan Ekonomi Jabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bank Indonesia Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Dekranasda Jawa Barat serta stakeholder terkait …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Kol. Tek Videon Nugroho Yakinkan Sinovac Aman

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Didampingi oleh para Kepala Dinas, Komandan Wing Pendidikan Teknik Kolonel Tek Videon Nugroho, mengikuti Vaksinasi Covid-19 tahap …

Kodam Cendrawasih Siap Dukung PON XX Papua

POJOKBANDUNG.com, JAYAPURA – Dalam rangka meminta dukungan dari Kodam XVII/Cenderawasih, Ketua Umum KONI Jawa Barat, Ahmad Saefudin bersama rombongan melaksanakan …

Minta Warga Waspada Varian Baru COVID-19

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi penyebaran Covid-19 varian baru B 117 yang kasusnya …

Pedagang Jamur Ketiban Berkah Hujan

POJOKBANDUNG.com, PAMULIHAN – Musim hujan yang tengah melanda saat ini, membawa angin segar bagi penjual jamur disepanjang jalan raya Bandung-Cirebon …