Sejarah Lahirnya Persib, Sempat Pakai Nama Belanda dan Terdegradasi

Wakil Gubernur Jabar Daddy Mizwar meninjau pameran Kilas Balik Jabat 2017 di Gedung YPK, Jalan Naripan, beberapa waktu lalu. Dalam kilas balik ini terdapat foto Persib zaman bageula. (Riana Setiawan/Radar Bandung)

Wakil Gubernur Jabar Daddy Mizwar meninjau pameran Kilas Balik Jabat 2017 di Gedung YPK, Jalan Naripan, beberapa waktu lalu. Dalam kilas balik ini terdapat foto Persib zaman bageula. (Riana Setiawan/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Persib baru saja berulang tahun yang ke-85. Tepat pada 14 Maret 1933, klub berjuluk maung Bandung ini lahir sebagai klub sepakbola.


Bandung Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) yang lahir pada 1923 di Kota Bandung menjadi embrio dari Persib. Saat itu BIVB merupakan organisasi perjuangan kaum nasionalis.

Nama BIVB sempat menghilang dan muncul menjadi dua nama yaitu Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB).

Singkat cerita, keduanya kemudian bersatu dan menggunakan nama Persib Bandung yang bertahan hingga kini.

Sejak memakai nama Persib, beragam prestasi diraih sampai membuatnya menjadi tim yang disegani di Indonesia.

Di awal perjalanannya, Persib tiga kali tampil sebagai runner-up Kompetisi Perserikatan pada 1933, 1934, dan 1936. Sedangkan gelar juara perdana diraih pada kompetisi 1939 yang berlangsung di Solo.

Pemain Persib Bandung, Oh Ink Yun, berusaha melewati hadangan Pemain Arema FC pada pertandingan persahabatan di Setadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jalan Gedebage, Kota Bandung, Minggu (18/3). (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

Seiring perjalanannya waktu, prestasi Persib mengalami pasang-surut. Sempat terdegradasi, hingga mengalami masa-masa kelam.

Tapi, Persib sudah menegaskan identitasnya dalam kancah sepakbola nasional. Persib juga selalu melahirkan para pemain timnas sejak dulu.

Terakhir, Persib tampil sebagai juara Liga Indonesia 1994-1995. Saat itu Persib tampil dengan amunisi pemain lokal. Persib juga berhasil menembus perempatfinal Liga Champions Asia.

Lalu, Persib menjadi tim tanpa gelar juara. Raihan trofi baru kembali diraih di Celebes Cup 2012.

Trofi bergengsi berikutnya yang membuat bobotoh bersukacita adalah juara Indonesia Super-League (ISL) 2014 di tangan pelatih Djadjang Nurdjaman.

Tak cukup sampai di situ, Persib juga menjuarai turnamen Piala Wali Kota Padang dan Piala Presiden 2015.

Setelah itu, Persib tak lagi meraih trofi. Sempat tampil di Piala Jenderal Sudirman dan Bali Island Cup, namun hasilnya jeblok.

Kini Persib ditangani pelatih Mario Gomez. Di pundak Gomez, harapan Bobotoh pun meninggi.

Selain memimpikan gelar juara, fans menginginkan pelatih asal Argentina itu melahirkan para pemain muda untuk generasi masa depan Persib.

Lalu, apa kata Gomez soal timnya yang kini berusia 85 tahun?

“Saya harapkan yang terbaik untuk klub dan bobotoh, ini tim besar karena itu saya harap bisa meraih hasil yang terbaik di musim ini,” katanya.

Bagi Gomez, perjalanan Persib tidak akan mudah tanpa dukungan bobotoh. Dengan mayoritas pemain baru, ia pun ingin menghadirkan prestasi dan kebanggaan bagi bobotoh.

“Saya juga berharap perkembangan di musim ini tidak hanya terjadi didalam performa klub tapi juga di semua sektor,” pungkasnya.

(pra)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Sumbat Sungai, Aktivis Demo

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Terkait timbunan sampah yang kerap menyumbat aliran Sungai  Cigadung yang berasal dari gundukan sampah di tempat pembuangan …

Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana …