Panwaslu Mengaku Kesulitan Awasi Kampanye Pilgub Jabar

Deddy Mizwar saat kampanye di Cimahi (Gatot/Radar Bandung)

Deddy Mizwar saat kampanye di Cimahi (Gatot/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cimahi kesulitan mengawasi kegiatan kampanye para Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat. Itu dikarenakan tidak adanya surat tembusan dari tim kampanye masing-masing pasangan Cagub ke penyelenggara daerah.

Sepertihalnya yang baru dilakukan tim kampanye pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi ke Kampung Adat Cireundeu Kelurahan Leuwigajah Kota Cimahi, Jumat (23/3), Panwaslu Cimahi tidak mendapat bukti fisik (surat tembusan) terkait kegiatan yang dilakukan.

Ketua Panwaslu Kota Cimahi Yus Sutaryadi, menyayangkan kepada pihak tim kampanye yang tidak memberikan jadwal kampanye. Dengan begitu, pihaknya pun kesulitan untuk mendeteksi apa saja kegiatan kampanye yang bakal dilakukan oleh Cagub di lokasi yang dituju.

“Sampai sekarang, kami belum pernah menerima pemberitahuan secara resmi dari masing-masih tim kampanye sebelum kegiatan,” kata Yus, di kantor Panwaslu Cimahi, Jalan Sangkuriang, Jumat (23/3).

Dia menambahkan, seharusnya surat izin pemberitahuan kampanye minimal, diberikan sehari sebelumnya. Atau baiknya jauh-jauh hari dari yang dijadwalkan oleh masing-masing tim kampanye Paslon.

“Kalau sudah ada izin dari kepolisian, seharusnya ditembuskan ke Panwas. Sehingga kami bisa melakukan pengawasan maksimal,” tuturnya.

Dengan begitu, pihaknya pun menilai bahwa, etika berkampanye masing-masing pasangan Cagup masih kurang.

Bahkan, saat ini Panwaslu Cimahi dihadapkan dengan maraknya kegiatan kampanye yang berkedok menjadi salah satu pembicara maupun nara sumber ke tiap kampus.

Menurut dia, akan sangat berpengaruh terhadap pelanggaran kampanye apabila setiap kegiatan tidak diketahui sebelumnya.

“Masih mending surat tembusannya diberikan pas hari kegiatan daripada setelah kegiatan. Mereka seolah-olah tidak menggap keberadaan penyelenggara di daerah khususnya Cimahi,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik Universitas Achmad Yani (Unjani) Kota Cimahi, Arlan Sidha, berpendapat bahwa, apa yang dilakukan masing-masing tim kampanye saat melaksanakan kegiatan di Cimahi, baiknya menghargai keberadaan Panwas daerah.

“Alih-alih menjadi pemateri, narasumber maupun sekedar memenuhi undangan, tentunya akan mengundang perbincangan dikalangan manapun. Sebab, pemahaman politik masyarakat sejauh ini sudah baik,” tuturnya.

Menurutnya, apa yang lakukan tim sukses masing-masing pasangan calon dalam membungkus kegiatan kampanye dengan berbagai cara, bisa dibilang efektif. Sebab, tanpa harus mengerahkan massa atau sebagainya, mereka (para calon) bisa memperkenalkan diri meski tidak secara langsung.

“Oleh karena itu, sebagai pihak penyelenggara harus bekerja lebih ekstra untuk, menciptakan suasana kondusif saat Pilgub,” pungkasnya.

(gat)

loading...

Feeds

Agnez Mo Makin Intim dengan Kekasih

 Agnez Mo masih saja enggan berbagi tentang kisah asmaranya dengan Jeffrey J Kopchia. Pelantun Coke Bottle itu tak jua mengunggah foto …