Bawang Putih Bakal Impor, Pemerintah Perlu Berdayakan Petani Lokal

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita (AZIZ ZULKHAIRIL/RADAR BANDUNG)

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita (AZIZ ZULKHAIRIL/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementrian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) akan menginmpor bawang putih untuk menahan laju inflasi.


Selain itu, impor bawang putih diharapkan membangkitkan para petani untuk bercocok tanam bawang putih bersekala besar.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menjelaskan, pihaknya sudah memberikan izin impor bawang putih kepada sebagian importir. Tapi tidak ke semua importir.

“Kalau saya gelontorin banyak yang tidak mau menanam bawang, ini untuk bawang putih, ya,” kata Enggar selepas rapat koordinasi di Bandung, Jumat (23/3).

Enggar menegaskan, yang diimpor adalah bawang putih, bukan bawang merah.

Menurutnya, sebanyak 95 persen bawang putih di dalam negeri adalah hasil impor. Maka diperlukan upaya agar petani lokal menanam bawang putih.

“Harga kita bisa bersaing dengan Cina yang di jual Rp13 ribu sampai Rp15 ribu, ada keseimbangan yang harus dibuat,” tuturnya.

Enggar mengatakan, tidak akan ada kuota atau batas jumlah impor bawang putih. Namun impor yang dilakukan akan berpatokan kepada keseimbangan dengan produksi petani.

“Kalau tidak tanam, seumur-unur kita impor,” pungkasnya.

(cr3)

Loading...

loading...

Feeds