Kejaksaan Negeri Cimahi Musnahkan Barang Bukti 60 Perkara

Kejaksaan Negeri Cimahi musnahkan barang bukti tindak pidana umum di halaman kantor Kejari Cimahi, Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi, Selasa (20/3/2018).

Kejaksaan Negeri Cimahi musnahkan barang bukti tindak pidana umum di halaman kantor Kejari Cimahi, Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi, Selasa (20/3/2018).

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Kejaksaan Negeri Cimahi musnahkan barang bukti tindak pidana umum di halaman kantor Kejari Cimahi, Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi, Selasa (20/3/2018).


Barang bukti yang dimusnahkan yakni, 4.067 butir obat jenis riklona, tramadol serta dumolid, narkotika jenis sabu 16 gram, ganja 671 gram, uang palsu Rp 1 juta pecahan Rp100 ribu dan pecahan Rp50 ribu 170 lembar serta 69 paket kosmetik ilegal.

Kepala Kejari Cimahi, Harjo mengatakan barang bukti yang dimusnakan tersebut hasil sitaan dari bulan November 2017 hingga Februari 2018.

“Barang bukti ini dari total 60 perkara, dengan 70 tersangka yang semuanya sudah divonis bersalah,” terangnya.

Pemusnahan barang bukti tersebut, kata dia, telah sesuai dengan aturan hukum perkara. Agar, tidak menjadi permasalahan seperti hilangnya barang bukti atau pengurangan jumlah barang bukti.

“Kita transparan tidak ada yang ditutupi,” ucapnya.

Sementara itu, terkait kasus pembuatan uang palsu (upal), dia menjelaskan, kasus tersebut merupakan limpahan dari Tim Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bagian Uang Palsu Bareskrim Mabes Polri.

Akan tetapi, kasus upal diserahkan ke Kejaksaan Negeri Cimahi karena, tempat kejadian perkara ada di wilayah Kota Cimahi dengan tersangka, AS alias Awe (44) warga Kampung Kamarung Kelurahan Citeureup Kecematan Cimahi Utara Kota Cimahi.

“Tersangka di tangkap anggota Bareskrim Mabes Polri 29 Agustus 2017 di SPBU Jalan Sangkuriang,” terangnya.

Pelaku ditangkap berdasarkan pengembangan dari hasil penyelidikan. Namun tersangka BN (teman AS) kini masih buron.

“Tersangka belajar membuat uang dari tersangka BN selama 10 hari dirumahnya di Cimahi,” tuturnya.

Uang palsu hasil cetakan tersebut disebark ke luar kota dan pulau yakni, Sukabumi dan Bengkulu. Semuanya dalam bentuk uang pecahan seratus ribu rupiah dengan harga jual 3 juta rupiah per-lak (isi 100 lembar).

 

(gat)

Loading...

loading...

Feeds

DPRD Jabar Imbau Ponpes Taati Prokes

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar M. Sidkon Djampi mengimbau para santri dan pengajarnya taati protokol kesehatan Covid-19. …

Kenaikan Sanksi Prokes Terbentur Pergub

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penerapan kenaikan sanksi denda untuk pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sulit dilakukan. Musababnya, realisasi sanksi tersebut harus melakukan …