Satu Jam Diguyur Hujan, Cimahi Dilanda Banjir dan Pohon Tumbang

Pohon tumbang di Jalan Encep Kartawirya, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara (Gatot/Radar Bandung)

Pohon tumbang di Jalan Encep Kartawirya, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara (Gatot/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Satu jam diguyur hujan yang disertai angin kencang, Kota Cimahi dilanda banjir dan pohon tumbang. Peristiwa itu dimulai sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 Wib.


Lokasi banjir berada di persimpangan Jalan Amir Machmud dengan genangan air setinggi 40 cm.

Berdasarkan informasi dari saksi di lapangan, air tersebut turun dari arah atas Jalan Kolonel Masturi yang mengalir deras. Sehingga menyebabkan arus lalu lintas dari mulai Masjid Agung Cimahi hingga Cimindi macet total.

Agus Salim (57) warga setempat, mengatakan, banjir tersebut akibat drainase yang ada di kawasan tersebut sudah tidak mampu menampung debit air yang besar. Sehingga, air dengan meluap dan membanjiri jalan.

Banjir di Alun-alun Cimahi

“Banjir di kawasan Alun-alun ini, baru pertamakali. Sebelumnya nggak pernah. Tapi kalau di Cibabat memang suka banjir,” ujar Agus Salim, Selasa (20/3).

Sementara itu, sebuah toko material yang berada di Jalan Encep Kartawirya, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, rusak parah akibat tertimpa pohon berukuran besar.

Pohon berdiamater satu meter dengan tinggi sekitar 30 meter itu, menimpa bagian genting dan menyebabkan bangunan tersebut material tersebut ambruk. Beruntuk tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Pemilik toko material, Uloh Nasrulloh, mengatakan kejadian tersebut mengakibatkan seorang pekerjanya yang tengah berjaga di dalam matrial tersebut mengalami luka di bagian kepala.

“Pekerja saya tadi tertimpa atap, langsung dibawa ke RS Cibabat, tapi harus dirujuk ke RS Dustira,” ujar Uloh, Selasa (20/3)

Sebelum peristiwa itu terjadi, Uloh sudah lama meminta ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi untuk segera menebang pohon tersebut karena akar dari pohon sudah terlihat hingga ke atas jalan.

Bahkan, posisi pohon sudah miring. Tapi, tidak ada tanggapan dari DLH untuk menindaklanjutinya.

“Kalau sudah begini mau gimana lagi. Saya harap pihak terkait respon apabila ada laporan dari masyarakat,” tuturnya.

Dalam peristiwa ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi langsung turun ke lokasi untuk membantu evakuasi.

Kepala BPBD Kota Cimahi Dani Bastian, mengatakan, dari hasil penyusuran timnya, banjir yang terjadi di kawasan Alun-alun Cimahi akibat debit air yang besar serta drainase yang terhambat oleh sampah.

“Jadi, aliran air selokan yang menurun itu tersendat oleh penumpukan sampah. Akibatnya air meluap dengan cepat,” kata Dani saat dikonfirmasi Radar Bandung, Selasa (20/3).

Dia melanjutkan, pihaknya akan berjaga di sejumlah lokasi yang mengalami bencana secara bergantian.

“Kita tetap akan pantau hingga semuanya selesai,” pungkasnya.

(gat)

Loading...

loading...

Feeds

Jembatan Cisokan Tak Kunjung Diperbaiki

POJOKBANDUNG.com, CIANJUR – Sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Cibanggala dengan pusat pemerintahan Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur ambruk diterjang air Sungai …

Kades Merem Melek, Takut Jarum Suntik

POJOKBANDUNG.com, TANJUNGSARI  – Lantaran belum pernah merasakan disuntik sejak 58 tahun. Kepala Desa Kutamandiri Caca Suryana menutup wajahnya dengan menggunakan …

147 Orang Akan di Test Swab

POJOKBANDUNG.com, PARONGPONG – Berdasarkan hasil tracing Puskesmas Ciwaruga terhadap kontak erat jamaah ziarah yang terpapar COVID-19 di Kampung Pangkalan RW …

Harapan Ekonomi di Tangan Petani

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Ditengah situasi pandemi Covid 19, program 5.000 petani milenial yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan …

Rina Gunawan Meninggal Dunia

Rina Gunawan, istri dari Teddy Syach dikabarkan meninggal dunia pada hari ini Selasa (2/3). Kabar duka tersebut dibenarkan sang manajer.

Sampah Sumbat Sungai, Aktivis Demo

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Terkait timbunan sampah yang kerap menyumbat aliran Sungai  Cigadung yang berasal dari gundukan sampah di tempat pembuangan …