DPRD Kota Bandung Sebut Skywalk Cicadas Ilegal

Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung, Tomtom Dabbul Qomar (M Gumilang/Radar Bandung)

Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung, Tomtom Dabbul Qomar (M Gumilang/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung mempertanyakan rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk membangun skywalk di Cicadas.

Proyek yang dikabarkan isukan menghabiskan dana Rp80 miliar itu tak pernah mellaui pembahasan Pemkot Bandung dengan DPRD Kota Bandung.

Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung, Tomtom Dabbul Qomar mengungkapkan, rencana pembangunan Skywalk Cicadas belum pernah dibahas ataupun disetujui DPRD Kota Bandung.

“Belum ada kesepakatan yang jelas dan kongkret antara DPRD Kota Bandung dengan Pemkot Bandung,” ungkapnya saat ditemui Radar Bandung di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Bandung, Jumat (16/3).

Ia menilai, kepemimpinan Ridwan Kamil dan Oded M Danial pada saat menjabat Walikota dan Wakil Walikota, selalu merencanakan berbagai program-program pembangunan infrastruktur di beberapa wilayah Kota Bandung.

Namun ada beberapa program tersebut yang tidak terealisasikan dan malah menghambur-hamburkan uang rakyat saja.

“Jadi untuk anggaran Rp80 miliar itu belum ada. Kalau tidak ada Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) artinya program tersebut ilegal,” jelasnya.

Tomtom menuturkan, setiap program yang diusulkan baik oleh pemerintah ataupun DPRD harus masuk pada KUA PPAS. Sebab KUA PPAS menjadi landasan pembahasan RAPBD.

Terkait konsep Skywalk Cicadas, Tomtom meminta kepada Pemkot sebaiknya untuk mempertimbangkan konsep tata ruang kota sehingga tidak hanya selalu membahas soal nilai estetika saja.

“Tata ruang kotanya perlu juga dilihat, jangan hanya dibangun untuk mempercantik saja,” tegasnya.

Menurut Tomtom, DPRD sebenarnya mendukung upaya pemkot dalam menata Pedagang Kaki Lima (PKL) Cicadas.

Permasalahan ini sudah berlangsung lama namun selalu gagal dituntaskan oleh para kepala daerah yang pernah menjabat hingga sekarang.

“Penataan PKL Cicadas penting untuk mengembalikan hak pemilik toko dan pejalan kaki yang selama ini direbut oleh keberadaan PKL,” terangnya.

Tomtom menilai, harus ada kajian yang matang terhadap rencana pembangunan infrastruktur baru ini. Bukan hanya dari sisi teknis, tapi juga dari sisi sosialnya.

Pemkot diminta tak memukul rata fungsi skywalk ini dengan apa yang sudah dibangun di Cihampelas yakni proyek Teras Cihampelas atau Skywalk Cihampelas yang memang sudah direalisasikan.

“Ada perbedaan mencolok di kedua wilayah ini. Cihampelas adalah kawasan wisata. PKL di sana mayoritas berjualan suvenir dan kuliner. Di Cicadas, penjual sayur dan barang-barang basahan. Bagaimana nasib mereka jika dipindahkan ke skywalk seperti di Cihampelas?” kata Tomtom.

Tomtom juga menekankan, pentingnya evaluasi tentang Skywalk Cihampelas yang sudah dibangun tersebut.

Menurut dia, dengan evaluasi yang komprehensif, akan diketahui efektivitas, fungsi serta manfaat skywalk tersebut sehingga dapat diketahui layak tidaknya diduplikasi di titik lain.

“Tidak semua pembangunan infrastruktur jenis yang sama itu cocok di titik lain, perlu adanya kajian mendalam melihat kondisi geografis lokasi tersebut,” pungkasnya.

(Cr1)

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Gelar IndonesiaNext 2019

Telkomsel kembali menggelar IndonesiaNEXT sebagai program yang menyasar pada peningkatan keahlian profesional para mahasiswa sebagai persiapan SDM yang unggul.
Fun Run

Ribuan Pelari Meriahkan ITB-PLN Fun Run 5K 2019

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Yayasan Solidarity Forever (YSF) beserta Institut Teknologi Bandung (ITB) dan didukung Perusahaan Listrik Negara (PLN), menggelar ITB-PLN …