Masih Banyak Anak Jalanan Berkeliaran di Kota Cimahi

PERGAULAN BEBAS : Para anjal asyik berbincang disela mengamen.  Terkait para pengguna lem, BNN Kota Cimahi tidak bisa menindaknya. Sebab, di dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009, BNN tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan tindakan tersebut.

PERGAULAN BEBAS : Para anjal asyik berbincang disela mengamen. Terkait para pengguna lem, BNN Kota Cimahi tidak bisa menindaknya. Sebab, di dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009, BNN tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan tindakan tersebut.

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2KBP3A) Kota Cimahi gagal target bersihkan anak jalanan (anjal).
Target awal yakni akhir tahun 2017 Kota Cimahi bebas anjal. Namun, hingga saat ini masih dapat terlihat sekumpulan anjal yang berkeliaran.
Keberadaan mereka (anjal) sering terlihat di seputaran Jalan Cimindi, Alun-alun, Taman Kartini, Jalan Dustira dan Pasar Antri.
Kepala Seksi Rehabilitasi Dinsos P2KBP3A Kota Cimahi, Herry Setiawan, mengatakan, saat ini jumlah anjal yang terdata sebanyak 15 orang. Rata-rata mereka masih berusia dibawah 17 tahun.
“Yang tersisa itu merupakan yang  kerap berkeliaran di sejumlah titik di Kota Cimahi,” katanya.
Dia menyebutkan, berdasarkan data Dinas Sosial bahwa 15 Anjal tersebut belum mendapat pembinaan dari Dinsos Kota Cimahi. Untuk itu pihaknya akan melakukaan pembinaan kepada orang tua anjal tersebut.
“Mereka masih punya orang tua. Sehingga, kami upayakan agar, anak-anak yang berkeliaran di jalanan itu bisa kembali ke keluarganya,” tuturnya.
Saat ini mereka sering beraktifitas di bawah jembatan layang Cimindi. Kebanyakan aktifitasnya ngamen. Mereka pun kerap berpindah-pindah tempat jika, tempat yang digunakan untuk beraktifitas dianggap telah sepi.
Menurutnya, masih berkeliarannya anjal karena, mereka kembali lagi ke Cimahi. Padahal mereka sudah dibina dan serahkan kepada keluarganya.
“Keberadaan mereka akan terus dilakukan monitoring hingga dilakukan pembinaan. Jadi, pembinaanya nanti, bukan hanya terhadap Anjalnya saja, tapi juga beserta para orang tuanya,” ungkapnya.
Dalam pemantauan dan pembinaan, pihaknya akan melibatkan sebanyak 17 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).
“Bentuk pembinaanya, kami arahkan dengan memberikan keterampilan atau, dikembalikan ke sekolah melalui PKBM,” pungkasnya.

(gat)

loading...

Feeds

Tiga Calon Sekda KBB Siap Bersaing

Panitia seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengumumkan tiga peserta terbaik yang akan menduduki Jabatan Sekretaris …