Petugas Damkar Kota Bandung Perjuangkan Upah Layak Asuransi

Penanggung Jawab Sementara (PJS) Walikota Bandung, Muhamad Solihin saat menerima alat pemadam api sebagai simbolis acara hut Damkar di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Rabu (14/3). (Azis Zulkhairil/Radar Bandung)

Penanggung Jawab Sementara (PJS) Walikota Bandung, Muhamad Solihin saat menerima alat pemadam api sebagai simbolis acara hut Damkar di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Rabu (14/3). (Azis Zulkhairil/Radar Bandung)

‎POJOKBANDUNG.com – Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung Ferdy Ligaswara memaknai ulang tahun Pemadam Kebakaran se-Indonesia ke-99 sebagai ajang untuk mendapatkan kesejahteraan yang layak.


“Yang kami katakan layak di sini, adalah terkait honor dan asuransi,” ujar Ferdy kepada wartawan Rabu (14/3).

Ferdy mengatakan, petugas Damkar harus mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, pasalnya memiliki tanggungjawab yang sangat besar.

Namun, yang menjadi kebanggan Ferdy adalah, meski digaji kecil dan memiliki tanggungjawab yang besar, namun petugas bekerja dengan sepenuh hati.

“Honor yang mereka terima dalam satu bulan, jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan,” kata Ferdy.

Selain itu, Ferdy ingin di ulang tahun Damkar ke-99 ini, jadi momentum untuk lebih dekat dengan masyarakat. Karena, dengan jumlah personel yang jauh dari cukup, Damkar harus dekat dengan masyarakat.

“Untuk mengakali kekurangan pesonel di Damkar, kami melibatkan masyarakat dalam relawan damkar. Sekarang jumlahnya sudah ada 27 ribu orang,” paparnya.

Jumlah Petugas Damkar Kota Bandung sendiri hanya ada 120 orang dari kebutuhan sekitar 430 orang, jumlah ini jauh dari ideal.

“Karenanya keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan. Mengingat masyarakat akan lebih cepat merespons bencana ketimbang petugas kami,” terangnya.

Untuk penambahan personel, Ferdy mengatakan belum bisa melakukannya tahun ini.

“Sebenarnya kami sudah meminta, tapi masih belum di ACC,” terangnya.

Menanggapi hal ini, pejabat sementara Walikota Bandung M.Solihin mengatakan, dirinya sepakat jika ada penambahan personel di Damkar.

“Karena jumlahnya memang kurang dari cukup,” katanya.

Disinggung mengenai kesejahteraan, Solihin sepakat, petugas Damkar tidak hanya mendapatkan asuransi kesehatan tapi juga asuransi jiwa.

“Karena tugas mereka sangat bahaya dan menyangkut nyawa,” terangnya.

Untuk pegawai dengan syatus PNS, kata Solihin, bisa direkrut dengan pendidikan minimal D3. Namun, untuk petugas lapangan, menurut Solihin harus dengan sistem outsourching, karena pendidikan terakhir mereka SMA.

“Peraturan penerimaan PNS sekarang tidak boleh dari SMA, minimal D3, jadi kalau petugas lapangan yang lulusan SMA, tidak bisa dari PNS,” pungkasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds