FPI Demo Majalah Tempo, LBH Pers: Karya Jurnalistik Dilindungi Undang-undang dan Konstitusi

Habib Rizieq. Foto: Ramdhani

Habib Rizieq. Foto: Ramdhani

POJOKBANDUNG.com – Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi di kantor redaksi Majalah Tempo di Jalan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (16/3). Aksi ini dipicu karikatur yang dimuat majalah Tempo.

Dalam karikatur tersebut, tampak seorang pria mengenakan gamis dan sorban yang berhadapan dengan seorang perempuan. FPI menuding kartun tersebut menghina ulama.

Atas peristiwa tersebut, melalui siaran persnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers berpendapat bahwa yang dilakukan Tempo adalah sebuah karya jurnalistik yang dilindungi undang-undang dan konstitusi. Khususnya undang nomor 40/1999 tentang Pers dan Pasal 28 F UUD 1946.

Direktur Eksekutif LBH Pers, Nawawi Bahrudin mengatakan, sesuai dengan fungsi pers, bahwa pers adalah lembaga kontrol yang menjunjung tinggi nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum dan hak asasi manusia serta menghormati kebhinekaan.

Karena itu, ia menyarankan pihak yang keberatan dengan konten jurnalistik untuk menempuh mekanisme ke Dewan Pers. Hal ini pula yang mestinya dilakukan FPI yang keberatan dengan karikatur Tempo.

“Seharusnya, jika salah satu pihak atau kelompok ada yang keberatan atau dirugikan dengan sebuah karya jurnalistik mekanismenya adalah menempuh jalur sengketa jurnalistik dengan memberikan hak jawab atau hak koreksi sebagaimana dalam Pasal 4 UU Pers atau mengadukan media atau karya jurnalistik tersebut kepada Dewan Pers. Karena Dewan Perslah yang berhak menilai dan memiliki kewenangan menilai apakah sebuah karya jurnalistik tersebut telah melanggar kode etik jurnalistik atau tidak,” ungkap Nawawi Bahrudin.

Ia mengatakan, demonstrasi adalah hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi juga undang-undang. Namun dengan niat akan “menduduki”, memaksa untuk mengakui kesalahan, intervensi ruang redaksi dan berbagai bentuk intimidasi lainya adalah hal yang tidak dibenarkan oleh hukum.

“Sehingga jika itu terjadi, aparat penegak hukum sudah sepatutnya bertindak demi melindungi pers dan kemerdekaan pers sama saja melindungi wujud kedaulatan rakyat,” lanjutnya.

Sementara itu, panglima FPI Ustaz Maman Suryadi mengatakan, aksi akan diikuti 500 hingga 1.000 orang. Ia mengatakan, karikatur majalah Tempo menyinggung Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, walau karikatur itu tidak secara jelas menyebut nama Rizieq.

“Itu menyinggung ulama kami, menyinggung guru kami dan menuntut majalah Tempo untuk minta maaf secara tertulis,” katanya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya akan mengamankan aksi FPI di depan kantor redaksi Majalah Tempo.

“Ada beberapa titik yang menjadi fokus pengamanan dari Palmerah ke Kebayoran Lama,” ujarnya.

(*/men/mg1/jpnn/pojokbandung)

loading...

Feeds

Agnez Mo Makin Intim dengan Kekasih

 Agnez Mo masih saja enggan berbagi tentang kisah asmaranya dengan Jeffrey J Kopchia. Pelantun Coke Bottle itu tak jua mengunggah foto …