Tips Netty Bangun Keluarga Harmonis: Jawab Tiga Pertanyaan Ini!

Ketua P2TP2A Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan saat menjadi pembicara tunggal pada Rapat Koordinasi Program Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar) Tahun 2018, di Hotel Puri Khatulistiwa Jl. Raya Jatinangor KM 20, Senin (12/03/2018).

Ketua P2TP2A Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan saat menjadi pembicara tunggal pada Rapat Koordinasi Program Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar) Tahun 2018, di Hotel Puri Khatulistiwa Jl. Raya Jatinangor KM 20, Senin (12/03/2018).

POJOKBANDUNG.com, SUMEDANG – Kekerasan dalam rumah tangga, pengalihan pengasuhan, anak terjebak narkoba dan pornografi, hingga human trafficking merupakan sebagian dari banyaknya permasalahan sosial yang disebabkan dari kerentanan keluarga. Besarnya dampak sosial yang bisa saja terjadi pada masyarakat menunjukkan pentingnya komitmen dalam membangun keluarga harmonis.


Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan menuturkan, salah satu langkah awal mewujudkan keharmonisan keluarga yang memiliki imunitas, hendaknya pasangan suami istri (pasutri) merenungkan tiga pertanyaan ini.

Pertama, ‘mengapa saya menikah?’. Sebagian akan menjawab ‘menjalankan sunnah Rasul, sebagai bentuk ibadah’, ‘untuk mendapatkan keturunan’, dan sebagainya. Namun kata Netty, masih banyak pasutri yang menjawab ‘tidak punya pilihan lain, karena terdesak usia’, ‘karena sudah hamil di luar nikah’, bahkan ‘karena orangtua memiliki hutang’.

“Bayangkan keluarga seperti apa yang akan terbangun jika sejak awal konsep pernikahannya seperti itu,” ucap Netty saat menjadi pembicara tunggal pada Rapat Koordinasi Program Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar) Tahun 2018, di Hotel Puri Khatulistiwa Jl. Raya Jatinangor KM 20, Senin (12/03/2018).

Pertanyaan kedua ialah ‘mengapa saya memilih dia sebagai pasangan hidup?’. Survey langsung Netty pada peserta rakor menyebutkan, sebagian besar pasutri menjawab ‘karena dia cantik/tampan’. Faktor fisik masih mendominasi keputusan seseorang untuk memilih pasangan, sehingga secara psikis mereka belum sepenuhnya mencintai. Bahkan pada beberapa kasus terdapat faktor paksaan, seperti perjodohan keluarga, dan sebagainya.

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …