Elektabilitasnya Tertinggi, Dedi Mulyadi Tidak Mau Genit

Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi saat melakukan pendaftaran Calon Pemilihan Gubernur Jabar 2018 di Kantor Komisi Pemilihan Umum Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung, Selasa (9/1/2018). FOTO: RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG

Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi saat melakukan pendaftaran Calon Pemilihan Gubernur Jabar 2018 di Kantor Komisi Pemilihan Umum Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung, Selasa (9/1/2018). FOTO: RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Menurut survei Litbang Kompas, Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi mengungguli para kontestan lain. Survei teranyar ini tentu jadi suntikan energi bagi pasangan dikenal dua DM itu.

Namun, pasangan yang diusung oleh Partai Golkar dan Demokrat ini memilih tidak mau euforia.

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku hasil survei akan jadi semacam motivasi untuk terus bekerja keras untuk mendatangi daerah-daerah dengan tetap menggunakan metodologi yang dianutnya.

Menurutnya, jika kinerja yang dilakukan sudah bisa melewati angka psikologis masyarakat, maka upaya yang selama ini berjalan tidak boleh berhenti.

“Yang pertama, sampai hari ini kami masih merasa tertinggal. Kami masih harus kerja keras. Metodologi kampanye saya itu lebih cenderung memberikan pelayanan dari rumah ke rumah, dari kampung ke kampung untuk memberikan solusi terbaik dari setiap masalah yang ditemui di masyarakat,” katanya saat ditemui di kawasan Jalan Djundjunan Kota Bandung, Rabu (14/3).

Ia juga mengakui tidak membuat program kerja dengan penamaan istilah seperti calon lainnya. Alasannya, istilah yang dibuat tidak substansial dan masuk dalam lingkup politik pencitraan.

“Saya sampai hari ini tidak mau banyak buat-buat istilah, yang penting bekerja saja dirasakan oleh masyarakat. Saya tidak mau terlalu genit terhadap istilah, tapi targetnya tidak tercapai,” imbuhnya.

Di samping berkampanye, komunikasi dan konsolidasi dengan setiap kader serta simpatisan terus dilakukan untuk menjaga mesin partai bekerja tepat sasaran.

Ia pun mengaku sudah siap dengan penyelenggaraan debat publik kedua dan ketiga yang rencananya dilaksanakan pada Mei di Cirebon dan Juni di Bogor.

Debat kedua mengambil tema sumber daya manusia seperti kesehatan, pendidikan, dan pariwisata. Debat ketiga akan mengambil tema sumber daya alam seperti tata ruang dan lingkungan.

Untuk diketahui, hasil survei Litbang Kompas mengungkapkan, elektabilitas dua DM mencapai 42,8 persen suara, pasangan Rindu atau Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul yang memperoleh 39,9 persen.

Sementara pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) 7,8 persen, pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) 3,1 persen.

(bbb)

loading...

Feeds

Agnez Mo Makin Intim dengan Kekasih

 Agnez Mo masih saja enggan berbagi tentang kisah asmaranya dengan Jeffrey J Kopchia. Pelantun Coke Bottle itu tak jua mengunggah foto …