Waduh Kecelakan Lalulintas Didominasi Anak SMP dan SMA

DIPERINGATKAN : Polisi memperingatkan pelajar SMA yang melanggar. Pelajar SMP dan SMA dilarang membawa kendaraan bermotor ke sekolah. Hal tersebut berdasarkan surat edaran Nomor B/789/VIII/2016.

DIPERINGATKAN : Polisi memperingatkan pelajar SMA yang melanggar. Pelajar SMP dan SMA dilarang membawa kendaraan bermotor ke sekolah. Hal tersebut berdasarkan surat edaran Nomor B/789/VIII/2016.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mengakui kecelakan lalulintas tertinggi didominasi umur 15 tahun sampai 24 tahun.

Kepala Dishub Kota Bandung, Didi Riswandi memaparkan, rata-rata yang mengalami kecelakan lalulintas adalah pelajar dari SMP sampai SMA yang masih belum diizinkan menggunakan kendaran bermotor.

“Sekarang kita logika saja, orang boleh mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) itu umur 17 tahun, kalau di bawah 15 tahun kan tidak boleh artinya,” kata Didi, kepada Radar Bandung di Balai Kota Bandung, Jalan Watukencana, Bandung.

Menurutnya, kelas tiga SMA kemungkin sudah banyak yang memiliki SIM. Tetapi kelas dua dan satu SMA tidak diperbolehkan.

Ia juga mengamati, pelajar SMP masih banyak yang mencuri-curi untuk mengenakan kendaraan bermotor ke sekolah.

“Sejauh ini, jika sekolah bisa mencegah ya kami bersukur, tapi pada kenyatanya masih banyak pelajar SMA dan SMP yang menggunakan kendaran motor ke sekolah,” ungkapnya.

Menurutnya, sekolah seharusnya bisa menindak tegas pelajar yang memakai kendaraan sebelum waktunya. Meskipun penindakan ada di penegak hukum.

“Insyallah Dishub dalam waktu dekat akan berikan sosialisasi ke siswa-siswi SMA dan SMP, agar para siswa bisa mengerti tentang kebutuhan khusus untuk berkendara,” sambungnya.

Disinggung mengenai Oprasi gabungan Dishub dengan instansi terkait, Didi menjelaskan, tanggal 19 Maret akan ada operasi gabungan dengan melibatkan relawan ke sekolah-sekolah untuk melihat siswa-siswi yang menggunakan kendaraan.

“Sekarang relawan bergerak ke sekolah-sekolah, kira-kira mana yang paling banyak sepeda motornya baik itu penyimpangan karena parkir sembarananya maupun potensi yang belum layak berkendara,” ujarnya.

Didi berjanji tidak akan pandang bulu jika memang terdapat siswa-siswi manapun yang belum memiliki SIM dan tertangkap basah, akan diselesaikan sebagaimana hukum yang berlaku.

“Mau swasta mau negeri semua akan kami oprasi, tunggu saja,” pungkasnya.

(cr3)

loading...

Feeds

Lewat Dunia Games, Telkomsel Gelar Liga ESport

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA– Telkomsel melalui Dunia Games menggelar Liga eSport sebagai rangkaian kompetisi di Indonesia Games Championship (IGC) 2019. Liga eSport …