Ini Bahaya Memilih Gubernur yang Tidak Pro Lingkungan!

Ilustrasi.

Ilustrasi.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat mengajak masyarakat agar tidak salah memilih Gubernur Jabar.


Menurut Walhi, kondisi lingkungan hidup dan sosial di Jabar semakin memburuk, maka dari itu diperlukannya pemimpin yang pro terhadap hal tersebut.

Direktur Walhi Jabar, Dadan Ramdan menjelaskan, krisis lingkungan hidup dan sosial di wilayah Jawa Barat terus memburuk, baik di perkotaan maupun di perdesaan.

Direktur Walhi Jabar, Dadan Ramdan

Di wilayah Jabar utara, tengah dan selatan, kata dia, kerusakan dan pencemaran lingkungan semakin meningkat. Hal ini berbanding lurus dengan jumlah sengketa serta kasus-kasus lingkungan hidup yang terjadi di 27 Kota Kabupaten di Jabar.

“Kasus-kasus lingkungan hidup kita temukan di setiap kabupaten-kota di Jabar ini,” ungkap Dadan Ramdan, kepada Radar Bandung, Senin (13/3).

Menurut Dadan, kualitas kesehatan lingkungan pun terus menurun seiring daya dukung lingkungan hidup yang berkurang dan daya tampung lingkungan hidup yang makin terlampaui.

Dadan memaparkan, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Jabar yang meliputi indeks pencemaran air, udara dan tutupan hutan dari tahun ke tahun semakin menurun.

Pada 2016, nilai IKLH Jabar sekitar 44,06 persen berada pada peringkat 30 dari 33 provinsi di Indonesia. Data tersebut merupakan nilai terburuk dalam 10 tahun terakhir.

“Belum lagi kerusakan Daerah Aliran Sungai di Jabar sudah cukup parah dan memprihatinkan,” ungkapnya.

Dadan melanjutkan, kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup telah memberikan kontribusi pada bencana lingkungan hidup yang setiap tahun cenderung meningkat.

Ia menilai, setiap tahun penduduk Indonesia selalu berhadapan dengan bencana lingkungan hidup seperti banjir, banjir bandang, pencemaran, longsor, kekeringan, angin puting beliung, gerakan tanah dan lain-lain.

Lanjutnya, bencana lingkungan hidup yang telah memberikan dampak pada korban jiwa, kerugian ekonomi dan lingkungan hidup.

“Selama tiga tahun terakhir, jumlah kejadian bencana mencapai 2.671 kejadian, menelan 256 orang korban jiwa,” kata Dadan.

Dadan menjelaskan, beberapa langkah kongkrit yang bisa dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat dalam mencegah kerusakan lingkungan hidup dan mempercepat pemulihan kerusakan lingkungan hidup adalah dengan melakukan Moratorium Izin Tambang di Kawasan Hutan dan Karst.

Juga perlu menghentikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara, menghentikan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, membeli tanah-tanah di Kawasan Bandung Utara (KBU) untuk dihutankan, merehabilitasi lahan-lahan kritis, melindungi lahan-lahan pertanian produktif dan moratorium izin industri di lahan-lahan pertanian produktif.

Di samping itu, Ketua Dewan Daerah Walhi Jabar, Haerudin Inas mengatakan, dalam lima tahun ke depan, Jabar membutuhkan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Walikota dan Bupati yang pro terhadap lingkungan.

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …