Orangutan Merokok, BKSDA Jabar Soroti Kesalahan Orang Asing

Kepala BBKSDA Jabar, Sustyo Iriono (kiri) (M Gumilang/Radar Bandung)

Kepala BBKSDA Jabar, Sustyo Iriono (kiri) (M Gumilang/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan Pengelola Kebun Binatang (Bunbin) Bandung menduga ada pihak luar yang sengaja membuat citra buruk lembaga konservasi di Indonesia.

Pihak BBKSDA Jabar dan Bunbin Bandung juga menyesalkan tindakan warga negara asing (WNA) bernama Marison Garcio yang mengaku sebagai relawan pecinta satwa sebagai orang yang pertama kali menyebarkan video kasus orangutan merokok di Bunbin Bandung.

Kepala BBKSDA Jabar, Sustyo Iriono mengatakan, BBKSDA dan Bunbin Bandung menyesalkan tersebarnya video-video sejenis di unggah dan menyebar di media sosial yang berujung menjadi sorotan berbagai pihak.

Hal tersebut menurutnya, menjadi sebuah konsumsi publik hingga ke media-media mancanegara.

“Video tersebut telah menggiring opini publik yang kontradiktif terhadap upaya pengelolaan lembaga konservasi yang kredibel di Indonesia,” kata Sustyo dalam keterangan konferensi pers di Media Center BBKSDA Jabar, Jalan Gede Bage Selatan No.117 Bandung, Jumat (9/3) lalu.

Sustyo menjelaskan, berita heboh ini berawal dari si pelaku yang memberi rokok kepada Orang Utan tersebut dan diduga, ada orang lain yang merekam dan mengaku sebagai “relawan pecinta satwa” menyebarluaskan video tersebut melalui akun sosial media milik dirinya.

“Harusnya, orang asing yang ngaku sebagai pecinta satwa itu melaporkannya terlebih dahulu kepada kita. Jangan langsung menyebarkan ke sosial media, akhirnya kan gini, media-media asing pun ikut memberitakan hal tersebut dan membangun citra buruk pengelolaan satwa di Indonesia,” tegasnya.

Ia menghimbau kepada para pihak yang menyatakan dirinya pecinta satwa baik luar maupun dalam negeri untuk sama-sama membangun citra yang positif terhadap lembaga konservasi yang ada di Indonesia.

“Mari kita satukan tujuan, ini kan tanggung jawab kita bersama melindungi satwa yang terancam kehidupannya salah satunya Orang Utan, kita sudah berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik,” imbuhnya.

Sustyo menerangkan, pihak BBKSDA Jabar dan Bunbin Bandung menghargai permintaan maaf oleh pelaku atas kesalahan yang telah dilakukannya. Demikian pihak BBKSDA juga berterima kasih dan mengapresiasi upaya penanganan kasus ini secara cepat baik oleh Manajemen Bunbin Bandung maupun Polrestabes Bandung.

“Pelaku sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada kita,” ujarnya.

Selain itu, ia mengharapkan proses penyelidikan dan penyidikan oleh Polrestabes Bandung akan membuka kunci pembuka apa motif-motif tertentu dibalik tersebarnya video tersebut.

“Kita curigai ada oknum yang sengaja membuat jelek nama konservasi Indonesia. Kita serahkan kepada Polisi untuk mengusut kasus tersebut,” tandasnya.

Di samping itu, Humas Bunbin Bandung, Sulhan Safei menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan BBKSDA untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana terkait dengan pengelolaan sebagai lembaga konservasi satwa.

“Kita akan segera meningkatkan pengamanan dan kualitas yang ada di Bunbin Bandung. Itu memang membutuhkan waktu, tapi mohon doa nya semoga segera terealisasikan,” pungkasnya.

(Cr1)

loading...

Feeds

Telkom University Bandung Gelar EFBA ke-5

Entrepreneurship Team Hima Adbis Telkom University Bandung kembali menggelar Entrepreneur Festival of Business Administration (EFBA EXPLORE)