150 Komunitas Seni Se-Jawa Pecahkan Rekor Peragaan Kesenian

Acara Open House Original Rekor Indonesia (ORI). (Mur/Radar Bandung)

Acara Open House Original Rekor Indonesia (ORI). (Mur/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG – Sebanyak 150 komunitas seni se-Jawa memecahkan rekor peragakan kesenian selama 10 menit dalam Open House Original Rekor Indonesia (ORI).


Acara ini digelar di Putraco Gading Regency yang merupakan sekretariat ORI Pusat, Sabtu (10/3).‎

Presiden Direktur ORI, Agung Elfanto, menceritakan, pemecahan rekor ini lebih kepada gelaran kesenian kebudayaan yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

Menurut Agung, selama ini belum ada pagelaran yang bisa menghadirkan komunitas seni sebanyak ini.

“Karena masing-masing dari mereka punya ego sendiri-sendiri. Sekarang melalui acara ini, kita persatukan mereka,” tambahnya.

Acara yang digelar di halaman sekretariat ORI di Kota Bandung ini, menghadirkan 500 orang dari 150 komunitas.

Beberapa pagelaran yang tampil di antaranya, Barongsai, Debus, sulap, Reog, Jaipongan, Karinding, Bajidoran, Benjang, Melukis dan wayang kulit Trenggalek, dan Reak dari Sumedang.

“Mereka yang membawakan kesenian dari luar daerah, berasal dari daerah asalnya. Seperti wayang kulit Trenggalek, senimannya berasal dari Trenggalek,” paparnya

ORI juga memberikan penghargaan kepada peserta termuda dari setiap komunitas.

Salah satu peserta termuda adalah Fatan Julian, asal Cirebon. Bocah berusia 6 tahun ini, memperagakan kebudayaan debus. Yaitu dengan berjalan tanpa alas kaki di atas serpihan kaca.

Ketika ditanya, Fatan mengatakan tidak takut terluka. Meski ini merupakan kali pertama Fatan melakukan aksi di depan umum, namun Fatan melakukan nya dengan baik.

Ayah Fatan, Shandy Bernand,40, mengatakan, Fatan sudah dilatih sejak umur 4 tahun untuk bermain debus.

“Dan itu bukan disuruh sama orang tua, tapi keinginannya sendiri,” kata Shandy.

Shandy sendiri adalah ketua perguruan Kelabang asal Cirebon. Perguruan ini mempertunjukan keahlian debus, Barongsai dan Liong.

Shandy mengaku sangat mengapresiasi acara yang digelar ORI ini. Menurutnya acara seperti ini bisa mempersatukan seniman-seniman di pulau jawa khususnya. Juga memperkenalkan budaya Indonesia secara luas.

“Acara seperti ini kan baru pertama kali diadakan. Muda-mudahan bisa menginspirasi seniman agar lebih kreatif dan bersatu,” harapnya.

Acara tersebut digelar terkait peresmian sekretariat ORI. Sebelelumnya, ORI juga membuka sekretariat di beberapa kota lain.‎

(mur)

Loading...

loading...

Feeds

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

Lubang Bak Kontrol Dibiarkan Terbuka

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Di Jalan Raya Soreang, tepatnya di depan perempatan lampu merah depan Komplek Pemerintah Kabupaten Bandung terdapat lubang …