Kasus Tewasnya Bahro Kriminal Murni, Bukan Pembunuhan Muazin

(Kiri ke kanan) Kepala Seksi Humas Polda Jawa Barat, Santi Gunarni, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat (Jabar), Trunoyudo Wisnu Andiko, Direktur Jatanras Umum Polda Jawa Barat, Dodi Prawiranegara dalam konferensi pers kasus perampokan dan pembunuhan di Cikijing, Majalengka, Jawa Barat. (M Gumilang/Radar Bandung)

(Kiri ke kanan) Kepala Seksi Humas Polda Jawa Barat, Santi Gunarni, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat (Jabar), Trunoyudo Wisnu Andiko, Direktur Jatanras Umum Polda Jawa Barat, Dodi Prawiranegara dalam konferensi pers kasus perampokan dan pembunuhan di Cikijing, Majalengka, Jawa Barat. (M Gumilang/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penganiayaan dan pembunuhan terhadap Bahro, warga Cikijing, Majalengka, Jawa Barat, murni karena kasus kriminal perampokan. Peristiwa ini sempat dibikin hoaks tentang pembunuhan terhadap muazin (orang yang azan) atau ulama.


Hal itu terungkap dalam keterangan pers polisi di Rumah Sakit Bhayangkara, Sartika Asih, Jalan Mohammad Toha, Bandung, Rabu (7/3).

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat (Jabar), Trunoyudo Wisnu Andiko menuturkan, Bahro bukan seorang muazin, melainkan seorang petani. Menurutnya, Bahro menjadi korban pencurian dan pembunuhan di kediamannya di Cikijing, Majalengka, Jabar, 15 Februari.

“Ini murni kasus kriminal perampokkan dan pembunuhan, bukan kasus penganiayaan terhadap muazin atau tokoh ulama. Ini jelas pembuktian bahwa ada penyebaran hoax,” jelas Trunoyudo.

Ia menerangkan, para pelaku kasus perampokan tersebut berjumlah empat orang yakni, JJ dan EAR warga Majalengka, S asal Purbalingga, Jawa Tengah dan EL asal Jakarta Timur.

Pelaku berinisial EL tewas ditembak polisi karena melawan petugas saat ditangkap.

Ia melanjutkan, dalam aksinya mereka menyekap korban dan menguras seluruh hartanya. Pelaku tak segan melukai korbannya.

“Modusnya dengan cara memcongkel jendela rumah lalu menyelinap masuk dan menyekap korban dan mengambil seluruh harta kekayaan korban,” imbuhnya.

Dari hasil penyelidikkan, para pelaku memang sudah berencana menyasar rumah korban. Diketahui bahwa korban baru saja melakukan transaksi jual beli tanah. Karena itu, para pelaku mendatangi rumah korban dan membunuhnya juga.

“Namun para pelaku tersebut tidak dapat menemukan uang korban. Pelaku tak mengetahui bahwa korban menyimpan uangnya di bawah kasur,” katanya.

Hasil penyelidikkan Tempat Kejadian Perkara (TKP), total uang yang dimiliki Bahro sebanyak Rp120 juta. Uang yang ada di tangan korban Rp64 juta.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita satu obeng, satu lakban hitam, sepucuk senjata api rakitan jenis revolver beserta dua selongsong peluru, dua golok, linggis dan satu seprai dengan bercak darah.

Para pelaku ditahan di Markas Polda Jabar. Mereka diancam Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun penjara.

“Jadi saya tegaskan, ini bukan kasus penganiayaan tokoh ulama atau muazin, tapi murni kasus Pasal 365 tentang perampokan beserta pembunuhan,” pungkasnya.

(Cr1)

Loading...

loading...

Feeds

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …