Motor Risa Sempat Terseret 3,5 Kilometer, Pelaku Dikejar Polisi dan Massa

Mobil yang dikemudikan AL (21). Mobil ini menabrak dan menyeret motor Risa (M Gumilang/Radar Bandung)

Mobil yang dikemudikan AL (21). Mobil ini menabrak dan menyeret motor Risa (M Gumilang/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Tersangka AL (21), pengemudi mobil yang menabrak ibu rumah tangga, Risa, mengakui panik dan ketakutan saat menyadari menabrak. Sehingga, tanpa pikir panjang, AL tancap gas.


Hal itu diungkapkan AL kepada penyelidikan Polrestabes Bandung, terkait peristiwa nahas yang menimpa Risa, pengendara motor yang menjadi korban kecelakaan di sekitaran Bunderan Cibiru, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Selasa (6/3) lalu.

Dalam kecelakaan tersebut, motor korban ikut terseret sejauh 3,5 kilometer. Korban sendiri mengalami luka ringan di bagian kaki kirinya dan langsung dibawa ke klinik Mapolda Jabar.

Kepala Satuan Lalu-Lintas (Kasatlantas) Polrestabes Bandung, Agung Reza menjelaskan, AL mengaku takut menjadi target amukan massa.

“Ia melihat warga sudah berkumpul ramai dengan raut wajah emosi lalu mengejar mobilnya,” terang Agung saat diwawancarai Radar Bandung di Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Bandung, Rabu (7/3) kemarin.

Menurut Agung, saat kejadian AL mengaku sadar dan mengetahui mobil yang dikendarainya telah menabrak seorang perempuan. Hal tersebutlah yang membuatnya kaget lalu secara refleks memacu mobilnya untuk melarikan diri.

“Tersangka melakukan tindakan tersebut secara sadar, tanpa adanya pengaruh narkoba atau minuman keras. Kita telah melakukan tes urine dan hasilnya negatif (bebas narkoba dan alkohol),” lanjut Agung.

Agung melanjutkan, meskipun hasil tes urine menyatakan AL negatif narkoba dan miras, pihaknya akan tetap menyelidiki penyebab atau alasan AL melakukan tindakan yang membahayakan nyawa perempuan yang sedang mengendarai motor tersebut.

Ia menduga, AL kehilangan konsentrasi pada saat mengendari kendaraan tersebut sehingga membahayakan kendaraan lainnya.

“Tetap kita lakukan proses hukum hingga saat ini,” katanya.

AL yang sudah ditetapkan tersangka, akan dikenai Undang-undang Lalu Lintas nomor 22 tahun 2009 Pasal 310 ayat 2 tentang kelalaian berkendara yang mengakibatkan luka ringan dan Pasal 311 tentang melarikan diri, ancaman hukuman dua tahun penjara.

Agung menambahkan, AL juga tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Setelah ditelusuri, mobil Toyota Calya dengan nomor polisi D 1735-XXX tersebut adalah milik teman kampusnya beranama Tg.

AL berencana untuk pindah kosan lalu meminta seorang temannya untuk meminjam kendaraan. Tg sebelumnya menanyakan terlebih dahulu kepada AL apakah ia mempunyai SIM mobil mengingat saat ini sering razia di wilayah Bandung.

“Kita sudah memanggil Tg untuk menjadi saksi proses penyelidikan kasus tersebut,” ujarnya.

Kronologi kecelakaan terjadi Selasa (6/3) sekira pukul 09.00 WIB, di Jalan Soekarno Hatta (Bunderan Cibiru), Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung. Saat itu, Risa, warga Babakan Sari, Bandung, sedang mengendarai motor bernomor polisi D-3487-GY. Ia melaju keluar dari Jalan Manisi (utara) menuju ke Bunderan Cibiru (selatan).

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …