Berkat Permainan Yoyo, Pria Asal Subang Ini Bisa Keliling Dunia

Oke Rosgana (Nur Fidhiah Shabrina, Radar Bandung)

Oke Rosgana (Nur Fidhiah Shabrina, Radar Bandung)

BERMAIN yoyo bagi sebagian orang mungkin akan dipandang sebelah mata, karena permainan ini identik dengan anak kecil. Tapi tidak bagi Oke Rosgana. Berkat yoyo, pria ini melanglang buana.


=======================

Nur Fidhiah Shabrina, Bandung

=======================

OKE Rosgana sangat menyukai yoyo. Pria yang gemar memakai topi ini memberi pengetahuan mengenai yoyo ke berbagai negara.

Saat itu usianya 25 tahun, terinspirasi dari aksi permainan Yohanes van Elzenm juara dunia yoyo asal Amerika Serikat pada tahun 2000 akhirnya merubah hidup pria asal Subang tersebut.

“Setelah melihat aksi Yohanes saya mulai coba-coba untuk mempelajari lewat internet, walaupun saat itu belum ada youtube tapi saya berusaha belajar dari trik-trik yang digambarkan,” ucap saat mengisi acara suatu komunitas di Bandung, belum lama ini.

Oke mulai membeli yoyo seharga Rp 50 ribu yang merupakan produk import dari Amerika. “Zaman dulu itu beli yoyo harga Rp 50 ribu buat saya mahal juga, padahal untuk sekelas Proyo (merk yoyo) itu yang paling murah,” sambungnya.

Setelah belajar selama tiga bulan, akhirnya ia menjuarai kejuaraan Proyo Bandung Championship.

Dimulai dari sana akhirnya, Oke yang juga pegawai negeri sipil di lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Subang, mulai melanglabuana ke beberapa daerah di Indonesia diminta menjadi pengisi materi mengenai yoyo.

“Saya diminta untuk menjadi demonstran di Indonesia, jadi berkeliling Indonesia memberi pengetahuan mengenai yoyo,” jelasnya.

Oke yang di Bandung menuntut ilmu di Insititute Teknologi Bandung (ITB), pada tahun 2004 kembali ke Subang dan mulai mendesain yoyo untuk perusahaan mainan di Amerika.

“Karena basic saya memang desain, mulai gambar-gambar desain yoyo kemudian dikirim ke sana, akhirnya terpakai. Setelah itu diangkat menjadi desainer yoyo,” lanjutnya bercerita.

Waktu itu Oke mendesain yoyo untuk perusahaan Proyo, kemudian perusahaan tersebut dibeli oleh Danken, salah satu perusahaan mainan terbesar di Amerika.

“Perasaan senang luar biasa, karena ternyata ada menghargai eksistensi saya sebagai desainer. Tidak menyangka juga soalnya dulu kan di awal, saya hanya orang yang membeli yoyo dari perusahaan itu, sekarang malah saya yang mendesain yoyo tersebut,” ungkapnya.

Setelah dipercaya menjadi desainer yoyo untuk perusahaan terkenal, karier Oke semakin menanjak. Dirinya semakin dikenal sebagai ‘Master of Yoyo’, selain itu ia juga jadi kebanjiran job untuk mendesain yoyo dari beberapa negara, seperti Swiss dan South Africa.

“Bahkan di South Africa saya direkomendasikan untuk kembali menjadi demonstran disana. Tahun 2006 – 2008 kebetulan saya ditunjuk sebagai duta kesehatan dan Aids, di situ sekalian saya masukan materi mengenai yoyo, karena bermain yoyo itu sebenarnya ada manfaat bagi kesehatan,” paparnya.

Oke yang pada tahun 2005 pernah memenangkan kejuaraan Grand Pasific Yoyo Contest mengatakan bahwa tidak sulit mempelajari yoyo apabila menyukai.

“Saya sangat cinta dengan yoyo, jadi bagi saya tidak susah untuk bejar yoyo. Karena susah tidaknya mempelajari suatu bidang itu dilihat dari seberapa besar rasa suka kita terhadap bidang tersebut,” tuturnya.

Untuk semakin meluaskan yoyo di Indonesia, Oke memiliki klub khusus bernama Yoyo Indonesia, juga ia sudah mulai menelurkan ilmunya bermain yoyo ke sekolah-sekolah yang ada di Subang.

“Sekolah di Subang sekarang sudah ada ekstrakulikuler mengenai Yoyo, itu salah satu cara saya memperkenalkan yoyo. Karena banyak sekali manfaat dari bermain yoyo bagi remaja sekolah,” katanya.

Menurut penelitian perguruan tinggi di Malaysia, belajar terus menerus tidak lebih baik dari belajar diselingi relaksasi selama 10-15 menit dengan bermain yoyo.

“Karena yoyo tidak hanya permainan fisik, tapi juga perpaduan pikiran dan rasa. Juga menyeimbangkan penggunaan otak kanan dan kiri,” tutupnya.

(*)

Loading...

loading...

Feeds

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …