Begini Bentrok di Proyek Pembangunan Rumah Deret Tamansari

Proyek pembangunan rumah deret Tamansari (Ramdhani/Radar Bandung)

Proyek pembangunan rumah deret Tamansari (Ramdhani/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Bentrok terjadi di proyek rumah deret di Tamansari, Bandung. Sejumlah warga yang menolak pembangunan program Pemkot Bandung, menjadi korban pemukulan.


Bentrok terjadi ketika warga RW 11 Tamansari yang tergabung dalam Front Reaksi Rakyat Anti Penggusuran, hendak melakukan mediasi dengan warga pro pembangunan rumah deret, Selasa (6/3) malam. Saat itulah mereka mendapat intimidasi.

Salah satu anggota Front Reaksi Rakyat Anti Penggusuran, Khoiruddin menjelaskan, saat itu pihaknya mendapat lemparan batu dan serpihan kaca.

“Kami berniat baik tapi penyambutan mereka justru seperti itu ditambah dengan kata-kata kasar,” ujar pria yang karib disapa Udin, saat aksi di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Rabu (7/2).

Lanjut Udin, meski banyak mendapat lemparan batu, seluruh anggotanya tidak berbalas melempar, melainkan diam dan meninggalkan lokasi penggusuran.

“Kita tidak balik melempar, niat kita cuma mediasi, posisi sangat gelap, tidak tau itu ormas atau apa,” ungkapnya.

Dikatakan Udin, dari 19 orang tiga orang sakit parah, ada juga warga yang terkena bogem mentah.

“Tiga orang sakit parah sampai rumah sakit, seperti saya jahit di jidat karena kena batu,” terangnya.

Masih kata Udin, untuk jumlah ormas yang menyerangnya, ia tidak mengetahuinya dengan pasti. Sebab keadaan di lokasi sangat gelap dari penerangan jalan.

“Ormas tersebut dari mana saya belum tahu, semenjak itu saya terus lanjut ke rumah sakit,” ungkapnya.

Mengingat kejadian tersebut, Udin mengatakan akan membawa permasalahan tersebut ke jalur hukum.

Senada dengan Udin, Anggota Front Reaksi Rakyat Anti Penggusuran lainnya, Abdul Kodir menjelaskan, waktu datang di lokasi penggusuran, langsung ada pelemparan batu sisa bangunan. Beberapa rekannya juga terpukul.

“Teman kami ada yang mau diseret, ada beberapa kali pemukulan,” kata Abdul.

Lalu beberapa anggotanya kabur ke arah masjid dekat lokasi penggusuran. Ketika hendak sampai masjid ada beberapa anggota yang di kroyok oleh ormas tak dikenal.

“Pengeroyokan sempat bisa dilerai ya itu, tetapi ini sangat brutal,” ungkapnya.

Menuruntya, korban tidak hanya pria, melainkan ada lima orang perempuan. Disinggung mengenai ciri-ciri ormas, ia memaparkan, tidak ada ciri yang sepesifik, ormas tersebut tidak memakai seragam.

(cr3)

Loading...

loading...

Feeds

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …