Deddy Janji Permudah Izin dan Sejahterakan Buruh, Tolak Impor Beras

Deddy Mizwar kampanye di Subang

Deddy Mizwar kampanye di Subang

POJOKBANDUNG.com – Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar berjanji akan mempermudah perizinan demi mendorong iklim investasi yang berujung pada kesejahteraan buruh dan masyarakat.

“Investasi sangat penting dalam perekonomian masyarakat, jadi perizinan investasi itu jangan dipersulit, harus dipermudah,” jelas Deddy Mizwar saat bersilaturahmi dengan para buruh di PT Pungkook Indonesia di Pabuaran, Subang, Senin (5/3).

Arus investasi menurutnya sangatlah penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Namun demikian saat ini iklim investasi masih kurang optimal, mengingat masih sulitnya pengusaha dalam memperoleh perijinan di daerah.

“Saat ini pengusaha masih kesulitan untuk memperoleh perijinan, bahkan pengurusan perijinan investasi sangat lama, ada yang sampai 600 hari. Seharusnya prosesnya itu cepat,” katanya, dalam siaran persnya.

Menurutnya hal tersebut perlu dibenahi agar akselerasi peningkatan ekonomi masyarakat bisa berjalan dengan cepat.

“Jadi kita minta para kepala daerah, dinas penanaman modal, jangan memperlambat perijinan investasi kalau ingin masyarakatnya sejahtera,” katanya.

Kondusifitas iklim investasi erat hubungannya dengan kesejahteraan para buruh. Namun di sisi lain, ini perlu diimbangi para buruh dengan meningkatkan skill dan kemampuannya. Termasuk juga memiliki sertifikasi keahlian.

“Uji kompetensi sangat penting, sehingga SDM pun memiliki daya saing, baik itu di dalam negeri maupun diluar negeri,” katanya.

Dalam kunjungannya ke pabrik PT Pungkook Indonesia di Pabuaran Subang Demiz menyempatkan untuk berdialog dan menyapa para buruh. Seperti kunjungannya ke sejumlah lokasi di daerah lain, di pabrik tersebut Demiz pun disambut dengan antusias.

Deddy juga kampanye di Desa Tambakjati Patokbeusi Kabupaten Subang. Di sini, ia
bicara soal program ketahanan pangan dalam kampanyenya di Subang.

Demiz bicara soal itu setelah mendapat curhatan dari masyarakat terkait dengan masalah impor beras.
Hal itu seiring dengan keresahan masyarakat di lumbung padi Jawa Barat tersebut terhadap kebijakan pemerintah pusat yang berencana melakukan kebijakan impor beras.

Deddy Mizwar menegaskan bahwa Jawa Barat tidak membutuhkan impor beras. Terlebih selama ini produksi beras Jawa Barat cukup memenuhi bahkan surplus. Khususnya produksi beras yang berasal dari wilayah pantura.

“Jabar itu gak perlu impor beras, Jabar itu kelebihan 3,4 juta ton. Sehingga kelebihan 3,4 juta ton itu dilempar ke luar daerah jabar,” jelas Deddy Mizwar.

Diungkapkannya, selama ini persediaan beras Jawa Barat cukup melimpah. Produksi ini ditunjang dari wilayah Karawang, Bekasi, Subang dan Indramayu yang menjadi salah satu wilayah lumbung beras Jawa Barat.

Belum lagi Jawa Barat pun memiliki wilayah lumbung beras lainya di wilayah Jabar Selatan. Sehingga ketahanan pangan di Jawa Barat cukup kuat.

“Kemandirian pangan Jawa Barat tidak ada masalah,” katanya.

(bbb)

loading...

Feeds

DJP Jabar I Genjot Pajak UMKM Kota Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Potensi raihan pajak dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat luar biasa besar. Terlebih dengan kebijakan penurunan …