Woman March 2018: Hentikan Pernikahan Anak di Bawah Umur

Aksi Hari Perempuan Internasional (Nurfidia/Radar Bandung)

Aksi Hari Perempuan Internasional (Nurfidia/Radar Bandung)

Selain perkawinan anak, Woman March 2018 juga menuntut penghapusan kekerasan terhadap perempuan, diskriminasi terhadap perempuan, pekerja perempuan dan human trafficking, lalu perluasan pasal zina dalam RKHUP.


“Maka dalam parade kali ini kami mengajukan beberapa tuntutan kepada pemerintah untuk memenuhi hak perempuan yang merupakan bagian dari HAM, yaitu tolak RKHUP, melakukan aksi nyata dalam menghentikan kasus perkawinan anak, akses perlindungan dan pemulihan bagi korban kejahatan seksual, perlindungan sosial dan upah yang layak-setara bagi buruh perempuan, berikan cuti haid, dan perlindungan sosial bagi biruh imigran,” sambungnya.

Sebelum menggelar aksi di depan Gedung Sate, Woman March Bandung yang diikuti oleh berbagai komunitas dan gerakan perempuan berjumlah 100 orang ini melakukan long march yang dimulai dari Car Free Day Dago.

“Tuntuan di atas merupakan upaya yang kami lakukan agar perempuan dan masyarakat minoritas menerima apa yang menjadi haknya. Kami juga mengajak ke seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menghadapi isu-isu gender yang terjadi pada saat ini. Bila hanya pemerintah dan segelintir orang yang berusaha maka ini hanya menjadi wacana, karena bergerak lebih baik dari pada diam,” pungkasnya.

(Cr2)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …