Seleb Terjerat Narkoba Direhab, Warga Miskin Dipenjara

Ketua Umum LSM Terima Rorongsokan Istimewa (Terorist) Jawa Barat, Tatan Sopian

Ketua Umum LSM Terima Rorongsokan Istimewa (Terorist) Jawa Barat, Tatan Sopian

POJOKBANDUNG.com – Banyaknya kaum selebritis artis yang terjerat sebagai pemakai sabu-sabu, dari artis gaek Roy Marten, Fariz RM hingga artis-artis muda seperti Ridho Rhoma Irama yang sedang menjalankan rehabilitasi, Roro Fitria dan yang terakhir tiga keluarga artis Dangdut Elvi Sukaesih, Dhawiya Elvi Sukaesih dan kedua kakaknya.


Menyoal masalah terjeratnya artis yang terjerumus sabu-sabu, menuai tanggapan dari elemen masyarakat, seperti yang dilontarkan oleh Ketua Umum LSM Terima Rorongsokan Istimewa (Terorist) Jawa Barat, Tatan Sophian.

Menurut Tatan, dengan terjerumusnya para artis tersebut, semua berangkat dari kesibukan-kesibukan setiap harinya yang tidak dapat ditinggalkan, sehingga untuk menambah vitalitas tubuhnya yang bisa mengimbangi kesibukan tersebut, akhirnya mereka mendoping sabu-sabu, agar kesegaran tubuhnya fit kembali.

”Kadang mereka ada pula karena peranan keartisannya sudah kehilangan pamornya kembali, (terpuruk) akhirnya mereka nyabu sebagai jalan pintasnya,” terang Tatan saat ditemui di Cimahi, Minggu (4/2).

Tatan menambahkan, semua oknum kalangan selebritis banyak menggunakan doping sabu-sabu, PCC dan ekstasi, dikarenakan kurang memahami dan mengerti masalah narkoba tersebut. Narkoba tersebut dikatagorikan sebagai obat terlarang yang diatur undang-undang.

“Yang saya sesalkan perbedaan hukuman bagi si kaya dan si miskin, sangat jauh sekali perbedaannya dan tebang pilih. Hukum bagi kaum yang tidak mampu, mereka pasti dijerat hukuman selama lima tahun, sedangkan bagi kaum yang berduit, seperti para artis yang terjerat sabu-sabu pasti hanya cukup direhabilitasi saja, ini dikarenakan tidak tegasnya hukum di Indonesia,” tambah Tatan.

Padahal, kata Tatan, mereka menggunakan obat-obatan terlarang itu, karena seringnya tubuh mereka kelelahan.

“Dan pendapat saya, mereka tidak dapat disalahkan pula, semua dari faktor ketidaktahuan dan kurangnya dilakukan sosialisasi akan bahaya narkoba baik oleh BNN dan Duta Narkoba,” kata Tatan.

Tatan pun menyinggung peran Rhoma Irama sebagai Duta Narkoba.

“Karena menurut lagu Rhoma Irama sebagai Duta Narkoba yang menciptakan sebuah lagu dengan judul ‘Miras Santika’ itu Mariyuana, judi dan minuman keras itu haram, sekarang baitnya harus ditambah tiga baris oleh bang Haji Rhoma bahwa sabu, ekstasi dan PCC juga haram, sebagai ikon duta Narkoba, nyanyian pun sebagai sosialisasi ceramah pula kepada masyarakat,” tutur Tatan.

“Makanya banyak para anak artis yang memakai barang sabu tersebut melawan pada orang tuanya bahwa barang tersebut tidak haram,” pungkas Tatan.

(azm)

Loading...

loading...

Feeds