DLH Kabupaten Bandung Kesulitan Hitung Volume Sampah Akibat Banjir

Anggota TNI dari Kodam lll Siliwangi membersihkan sampah kiriman Kota Bandung di anak Sungsi Citarum yakni muara Sungai Cikapundung, Jembatan Cijagra, Kecamatan Bojongsoang , Kabupaten Bandung, Jumat (2/3). (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

Anggota TNI dari Kodam lll Siliwangi membersihkan sampah kiriman Kota Bandung di anak Sungsi Citarum yakni muara Sungai Cikapundung, Jembatan Cijagra, Kecamatan Bojongsoang , Kabupaten Bandung, Jumat (2/3). (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung mengatakan, penanganan sampah di kawasan banjir sudah dilakukan dengan memberikan dumtruck dan dua tronton sejak 24 Februari lalu.

“Kecamatan Majalaya, Dayeuhkolot, dan kecamatan yang terkena banjir sudah kami berikan penaganan sampah,” terangnya pada Radar Bandung.

Bantuan tronton, dikatakan Asep, awalnya hanya satu, kemudian ditambahkan menjadi dua karena volume sampah meningkat.

“Satu tronton itu sama dengan delapan truk, kita optimalkan untuk pembuangan,” sambungnya.

Lanjut Asep, penanganan sampah terkini untuk wilayah-wilayah terkena banjir bisa diperkirakan 60 sampai 70 persen, namun jumlah itu akan bertambah ketika banjir usai.

“Berhubung banjir masih belum surut dibeberapa titik, belum terlihat jelas berapa tonasenya,” ungkapnya.

Menurut Asep, sampah yang kini terbawa banjir, bukan hanya sampah dari rumah tangga warga saja, limpahan sampah dari Kota Bandung. Sehingga volume sampah di wilayah perbatasan sangat besar.

“Kalau untuk wilayah Majalaya dan Rancaekek kelihatanya tidak begitu besar volume sampahnya,” ujarnya.

Sejauh ini, TPAKabupaten Bandung masih gabung dengan kota dan kabupaten lain di Bandung Raya. ,Menurutnya TPA tersebut cukup untuk seluruh Bandung Raya.

“Kita masih gabung dengan TPA Sarimukti dan itu memang untuk Bandung Raya, sudah bertahun-tahun kami ikut buang di situ,” terangnya.

Dalam waktu dekat, pemerintah provinsi Jawa Barat membangun TPA di kecamatan Nagrek, Legok Nangka. Hal ini akan membantu penanganan sampah Kabupaten Bandung.

“Mudah-mudahan pada tahun 2020 sudah bisa beroprasi,”sambungny.

Disinggung masalah tong sampah, Asep menjelaskan, mengacu pada pasal 12 UU 18/2008, tong sampah sudah menjadi kewajiban semua warga Indonesia. Sehingga sudah menjadi kewajiban setiap warga negara untuk menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan.

“Pengelolan sampah itu melekat untuk warga negara, bagaimana rumah tangga bisa memilah dan memilih sendiri sampah-sampahnya,” terangnya.

Selain itu, TPS seharusnya sudah disediakan oleh pemerintah desa, seperti RT dan RW, sesuai Perda 21/2009 bahwa kewajiban setiap RT dan RW menyediakan tong sampah di wilayah mereka.

“Kami memiliki TPS banyak dan bank sampah juga banyak, seiring jumlah penduduk makin besar sehingga TPS perlu dilebarkan kembali,” pungkasnya.

(cr3)

loading...

Feeds

DJP Jabar I Genjot Pajak UMKM Kota Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Potensi raihan pajak dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat luar biasa besar. Terlebih dengan kebijakan penurunan …

Lewat Dunia Games, Telkomsel Gelar Liga ESport

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA– Telkomsel melalui Dunia Games menggelar Liga eSport sebagai rangkaian kompetisi di Indonesia Games Championship (IGC) 2019. Liga eSport …