Ini Tanggal Operasi Keselamatan Lodaya 2018

Anggota kepolisian ‎bersama TNI dan stakeholder melaksanakan gelar apel pasukan di Mapolres Cimahi Jalan Amir Machmud, Kamis (1/3). (Gatot/Radar Bandung)

Anggota kepolisian ‎bersama TNI dan stakeholder melaksanakan gelar apel pasukan di Mapolres Cimahi Jalan Amir Machmud, Kamis (1/3). (Gatot/Radar Bandung)

POJOKBGANDUNG.com – Jajaran Kepolisian Resort Cimahi segera melaksanakan Operasi Keselamatan Lodaya 2018. Hal tersebut dilakukan untuk menekan jumah kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) khususnya di Cimahi dan umumnya di Indonesia.


Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, mengatakan, pada operasi keselamatan yang akan dilaksanakan mulai tanggal 5 Maret hingga 25 Maret 2018 itu, pihaknya akan mengerahkan sebanyak 150 personel dengan dibantu unsur TNI, Dishub dan Satpol PP

“Melihat pertumbuhan volume kendaraan di jalan yang ada, kita harus sama sama mewujudkan keamanan dan keselamatan dijalan raya,” imbaunya.

Rusdy melanjutkan, untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas pada tahun 2017 yang mencapai 450 peristiwa, pihaknya akan memperketat pemeriksaan mulai dari kelengkapan surat-surat serta mengecek kondisi kendaraan

“Intinya kita berupaya agar angka laka lantas di wilayah hukum Polres Cimahi bisa terus menurun,” tuturnya.

Sementara untuk jumlah meninggal dunia akibat laka lantas, di wiliayah Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, tahun 2016 ada 60 korban meninggal dunia (MD).

Pada tahun berikutnya 2017 ada 55 korban MD. Memasuki tahun 2018 hingga bulan Maret, laka lantas sudah mencapai 42 dengan korban MD sebanyak delapan orang.

“Operasi keselamatan ini diharapkan agar seluruh elemen masyarakat menjadi pelopor keselamatan, minimal bagi dirinya sendiri,” ujarnya.

Rusdy menilai, sejauh ini yang menyebabkan kecelakaan itu biasanya, diawali dengan pelanggaran dari kelaikan kendaraan yang digunakan pengendara dan tentunya, tingkat kedisiplinan yang minim.

“Kebanyakan saat berkendara ada yang memainkan handphone padahal, sedang dalam keadaan mengemudi. Itu seharusnya jangan dilakukan lagi,” tuturnya.

Dalam operasi keselamatan ini, lanjut dia, tidak hanya fokus pada pelanggaran lalu lintas saja namun, kelaikan kendaraan jadi sasaran utama.

“Kalau kendaraannya tidak laik jalan dan dianggap bisa membahayakan maka, anggota akan langsung mengamankan kendaraan tersebut. Dan meminta si pemilik untuk melengkapi kekurangannya,” jelasnya.

(gat)

Loading...

loading...

Feeds