Sebelum Bikin Sandiwara Penganiayaan Marbot, Uyu Ngobrol Dulu Sama Istri

Uyu Ruhiyana, marbot yang membuat berita hoax (Gumilang/Radar Bandung)

Uyu Ruhiyana, marbot yang membuat berita hoax (Gumilang/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Uyu Ruhiyana mempraktekkan caranya mengikat kaki dan lengan sendiri hingga merobek baju dan peci putihnya.


Adegan itu ia praktikan saat konferensi pers Polda Jabar terkait kasus rekayasa pelaporan penganiayaan terhadapa marbot masjid, di Markas Polda (Mapolda) Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Kamis (1/3).

Kronologi rekayasa adegan yang sempat menggemparkan masyarakat itu dimulai Uyu dengan menggunting peci dan baju muslimnya hingga seolah-olah seperti disabet senjata tajam. Pakaian yang sudah robek ia pakai kembali.

Setelah itu, Uyu mengambil kursi masjid serta bantalan kursi ia lepas dan disimpan di bawah. Kursi juga ia posisikan tidur hingga seolah-olah terjatuh.

Selanjutnya, ia mengambil sorban merah yang diikatkan ke bagian wajah, hal ini dilakukan agar ia tampak dibekap.

Kemudian Uyu mengambil mukena yang ada dalam masjid. Mukena ia ikatkan di kedua kakinya. Bagian kain mukena lain, ia pakai untuk mengikat lengan. Ia membuat pola ikatan terlebih dahulu, lalu memasukan lengannya ke pola ikatan mukena dan memindahkan lengannya ke bagian belakang.

Uyu menjelaskan, rekayasa direncanakan pukul 02.00 WIB dini hari, Rabu (28/2). Saat itu, Uyu dan istrinya membicarakan masalah kebutuhan pokok keluarga mereka yang sedang mengalami kesusahan ekonomi.

Uyu terpikirkan rekayasa penganiayaan tersebut karena isu penyerangan dan penganiayaan kepada seorang tokoh agama sedang ramai-ramainya.

Pukul 04.30 WIB, Uyu membuka pintu kantor masjid. Ia mengeluarkan peralatan pengeras suara untuk untuk membangunkan warga yang akan melaksanakan salat subuh berjamaah.

Pukul 04.40 WIB, dalam sekenarionya ada lima orang laki-laki yang tidak dikenal masuk ke dalam masjid tanpa membuka sepatu lalu langsung melakukan penganiayaan dengan cara mengikat tangan dan kaki. Pelaku menyumpal mulut Uyu dengan sapu tangan dan sorban yang dipakai Uyu.

Pukul 04.50 WIB, Uyu dipukul dengan menggunakan kursi ke arah kepala sebanyak satu kali, setelah itu dibacok dengan sebilah golok ke arah kepala sebanyak dua kali, punggung sebanyak satu kali, serta golok ke arah dada.

Pukul 05.00 WIB Uyu terlihat dalam keadaan terikat dan tergeletak di depan mimbar masjid dan ditolong oleh jemaah masjid istiqomah yang akan melaksanakan salat subuh berjamaah.

(cr1)

Loading...

loading...

Feeds