Di Bandung Banyak Sarjana Nganggur, Tidak Punya Skill, Tidak Kompeten dan Kurangnya Motivasi

Kepala Bidang Pendataan Tenaga Kerja, Disnaker Kota Bandung, Marsana (Gumilang/Radar Bandung)

Kepala Bidang Pendataan Tenaga Kerja, Disnaker Kota Bandung, Marsana (Gumilang/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung mengungkapkan, jumlah pengangguran lulusan sarjana di Kota Bandung mengalami peningkatan tiap tahunnya. Ribuan lulusan sarjana tiap tahun yang ada tidak berbanding lurus dengan jumlah lapangan pekerjaan yang ada di Kota Bandung.


Kepala Bidang Pendataan Tenaga Kerja, Disnaker Kota Bandung, Marsana mengatakan, faktor yang menyebabkan banyaknya pengangguran lulusan sarjana di Kota Bandung.

Salah satunya, kata dia, mobilitas tenaga kerja (naker) yang tidak merata dikarenkan fenomena urbanisasi atau migrasi. Menurutnya, persaingan dalam mencari pekerjaan semakin sengit. Di dalam kota saja, masih banyak yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, ditambah lagi dengan masuknya orang-orang dari luar kota.

“Banyak yang dari daerah Kabupaten Bandung mencari kerja ke Kota Bandung. Untuk Kota Bandung sendiri jumlah pencari kerja sangat banyak dan jumlah lapangan kerjanya tidak dapat memenuhi jumlah para pencari kerja,” ungkapnya saat ditemui Radar Bandung di Kantor Disnaker Kota Bandung, Jalan R.A.A Martanegara, Selasa (27/2).

Lanjutnya, masih banyak lulusan perguruan tinggi yang menganggur pada usia produktif (20-25 Tahun) yang tidak memiliki keterampilan, tidak kompeten dan kurangnya motivasi.

“Entah apa yang terjadi, tapi masih banyak lulusan sarjana yang ketika diterjunkan ke lapangan atau bekerja langsung, selalu mengalami banyak kesulitan baik dari faktor soft skill yang dia punya,” ujarnya.

Beberapa perguruan tinggi di Kota Bandung baik negeri maupun swasta dinilai kurang memasukan matakuliah tentang berwirausaha (entrepreneur). Sehingga lulusan sarjana hanya menambah jumlah pengangguran, bukan membuka lapangan kerja.

“Matakuliah wirausaha itu penting sekali. Mari mulai tanamkan jiwa entrepreneur dalam diri mahasiswa agar ia dapat menciptakan sebuah karya dan lapangan kerja, jangan malah mencari kerja,” tegasnya.

Marsana menjelaskan, data jumlah para pencari kerja (angkatan kerja) lulusan sarjana yang terdaftar di Disnaker Kota Bandung pada Januari-Desember 2017 mencapai total 2.689 orang, terdiri dari 1.290 Laki-laki dan 1.399 Perempuan.

Sedangkan jumlah lowongan kerja yang terdaftar berjumlah total 761 lowongan yang menerima 432 laki-laki dan 329 perempuan. Jumlah yang telah ditempatkan bekerja sebanyak total 521 orang, 312 laki-laki dan 209 perempuan.

Untuk data terbaru Januari 2018, jumlah sarjana yang terdaftar sebagai pencari kerja atau angkatan kerja mencapai 152 orang, 66 laki-laki dan 86 perempuan. Dari jumlah itu, total jumlah pencari kerja yang sudah ditempatkan bekerja 39 orang, 19 l-laki dan 20 perempuan.

“Itu yang terdaftar, angkatan kerja yang tidak terdaftar pasti jumlahnya lebih banyak,” ungkapnya.

Ia menyarankan agar angkatan kerja baru tidak hanya diam di rumah, melainkan mengikuti program magang dari sebuah perusahaan, ikut pelatihan, seminar dan workshop. Hal ini penting untuk mempersiapkan dan memiliki kualifikasi persyaratan pekerjaan.

“Disnaker Kota Bandung mempunyai program unggulan juga berbasis aplikasi online bernama Bandung Integrated Manpower Management Application (B.I.M.M.A) yang bisa diunduh dan memudahkan bagi para pencari kerja,” pungkasnya.

(Cr1)

Loading...

loading...

Feeds

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …

Cinta Palsu Negeriku

‎Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menempati peringkat …

Belajar Madu di Kedai Lebah

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Tak hanya menyiapkan sajian madu asli, Kedai Lebah di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali Kabupaten Bandung juga memberikan edukasi …