Waduh! Warga Pelosok Jabar Belum Tahu Ada Pilgub Jabar

Sosialisasi Pilgub Jawa Barat 2018 di kampus UPI, Bandung, Senin (26/2). (Nida/Radar Bandung)

Sosialisasi Pilgub Jawa Barat 2018 di kampus UPI, Bandung, Senin (26/2). (Nida/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat mengklaim, sebanyak 76 persen warga Jawa Barat sudah mengetahui Pilkada Jawa Barat.


Namun, sosialisasi masih harus terus dilakukan mengingat masih banyak waktu tersisa hingga pencoblosan pada 27 Juni mendatang.

Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat, Aang Ferdiman mengatakan, tinggal 24 persen warga yang belum mengetahui pilgub.

“Warga yang belum mengetahui pilgub tersebar di daerah pelosok sehingga mereka tidak terlalu banyak mengonsumsi informasi dari media,” ujar Aang dalam sosialisasi Pilgub Jawa Barat 2018, di kampus UPI, Bandung, Senin (26/2).

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan sisi geografi, di daerah terpencil. Selain itu, warga di kampung adat pun banyak yang tidak mengetahui adanya pesta demokrasi.

“Komunitas tertentus yang tidak terlalu concern terhadap politik. Lalu masyarakat yang fully activited, sibuk. Sopir bus, taksi online,” katanya.

Untuk meningkatkannya, KPU terus melakukan cara dengan menggandeng berbagai pihak. Pihaknya bekerja sama dengan 30 kampus dan instansi lainnya.

“Kita juga instruksikan KPU kabupaten/kota untuk turun, sosialisasi ke masyarakat, sekolah-sekolah,” tambahnya.

Selain itu, menurutnya KPU pun menyiapkan 1,5 juta alat sosialisasi untuk setiap pasangan calon.

“Sehingga kalau untuk 4 pasangan calon, total ada 6 juta item alat sosialisasi yang kami sebar,” katanya. Dia menambahkan, sosialisasi pemilu inipun menurutnya terbantu oleh tim pasangan calon yang semakin gencar mendekati masyarakat.

“Kami merasa terbantu. Dan bisa dilihat, popularitas calon pun semakin meningkat,” katanya.

Dengan begitu, dia optimistis partisipasi pemilih pada Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018 bisa mencapai 75-80 persen. Jika angka golongan putih (golput) pada Pemilu Gubernur Jawa Barat 2013 sebanyak 33 persen. KPU menargetkan jumlahnya berkurang menjadi 25 persen.

“Kita normal saja, paling sekitar 80 persen. Karena dulu ketika di zaman orde baru pun, tidak pernah sampai 100 persen,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bagian Analisis Polda Jawa Barat AKB Adi Purnama, pihaknya akan membantu KPU agar tingkat partisipasi pemilih maksimal. Polisi akan membantu setiap warga yang sudah memiliki hak pilih agar bisa menyalurkannya.

“Misalnya tahanan yang belum punya kekuatan tetap, yang punya hak pilih, akan kita bantu agar tetap bisa memilih. Kami membantu mendatangkan petugas TPS ke tahanan,” pungkasnya.

(nda)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …