UBSI dan KPK Gelar Seminar Nasional Membangun Karakter Bangsa Anti Korupsi

FOTO BERSAMA: Rektor UBSI, Purwadhi, MPd, (kiri) foto bersama bersama dengan Mantan Wakil Ketua KPK Dr. Bambang Widjojanto usai acara seminar nasional Jihad Memberantas Korupsi di Prime Park Hotel, Surapati, Bandung.

FOTO BERSAMA: Rektor UBSI, Purwadhi, MPd, (kiri) foto bersama bersama dengan Mantan Wakil Ketua KPK Dr. Bambang Widjojanto usai acara seminar nasional Jihad Memberantas Korupsi di Prime Park Hotel, Surapati, Bandung.

POJOKBANDUNG. com, BANDUNG – Praktik korupsi di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Banyak penyelenggara negara yang ‘bermain’ berakhir dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Hal itu bukanlah suatu kebanggaan, justru kondisi yang memprihatinkan karena secara tidak langsung menunjukan sisi kehancuran sebuah negara.


Hal itu diungkapkan Penasehat KPK, Abdullah Hehamahua saat menjadi pembicara dalam seminar nasional bertajuk Jihad Memberantas Korupsi yang di gagas Universitas BSI, Bandung, di Prime Park Hotel, Surapati, Bandung.

Menurut Abdullah, banyaknya kasus OTT terhadap para penyelenggara negara yang terlibat korupsi merupakan bukti bahwa banyak pejabat belum berintegritas.
Abdullah melanjutkan, jika integritas sudah rendah walaupun sistem, teknologi dan strategi anti korupsi telah dibuat dan diterapkan akan percuma karena masih ada celah untuk melakukan praktik korupsi.

“”Hingga saat ini negara belum mampu membentuk karakter generasi penerus bangsa yang baik. Karakter generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa justru dibentuk oleh lingkungan keluarga, tempat tinggal, sekolah serta pusat-pusat keagamaan ini, belum mampu menghilangkan korupsi,” ucapnya, kemarin.

Hal senada diungkapkan, Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Kata dia, salah satu upaya mengembangkan karakter anti korupsi mengajak generasi muda memutus mata rantai korupsi. Caranya, sambung Bambang, bisa diterapkan dalam pendidikan sesuai dengan UU KPK.

“Upaya pencegahan dengan menyelenggarakan program pendidikan antikorupsi pada setiap jenjang pendidikan mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. Misalnya, salah satunya seminar nasional anti korupsi dan bedah buku seperti ini,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas BSI Bandung, Purwadhi
menambahkan, pihaknya sangat menyambut baik seminar nasional dan bedah buku Jihad Mmeberantas Korupsi ini. Ia berharap, mahasiswa mendapat masukan dan arahan perihal prakti korupsi ini sebagai kejahatan yang sangat luar biasa atau extra ordinary crime yang merusak sendi-sendi kemanusian dan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tentu kami sangat senang, mahasiswa diajak langsung berdialog memberantas korupsi. Dengan dimulai dari perguruan tinggi, semoga akhlaq para generasi muda ini bisa meminimalisir sebagai upaya pencegahan,” jelasnya.

Seminar ini, lanjut Purwadhi, merupakan bentuk Civil Society Organization KPK. Sehingga diharapkan para mahasiswa yang saat ini sedang kuliah, kelak dalam 20 atau 30 tahun lagi akan menjadi pejabat negara yang telah memiliki integritas dan semangat anti korupsi.

“Kami berharap seminar ini mampu menggugah integritas dan pikiran para mahasiswa untuk menjadi benteng pertama anti korupsi dengan melakukan tindakan pencegahan,” pungkasnya.

 

(arh)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …