Galau Putar Balik di Soekarno-Hatta

Larangan

Larangan "Sepeda Motor Dilarang Masuk Jalur Cepat" di Jalan Soekarno-Hatta (Gumilang/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Asep (30) seorang pengendara sepeda motor harus menempuh jarak kurang lebih 10 Kilometer (KM) agar dapat memutar balik kendaraan motornya.

Pasalnya, di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, polisi melarang kendaraan jenis sepeda motor memasuki jalur cepat yang berada di sebelah kanan, sedangkan jika ingin memutarbalikan kendaraannya harus melalui jalur cepat tersebut.

Papan peringatan yang bertuliskan “Sepeda Motor Dilarang Masuk Jalur Cepat” yang dipasang di persimpangan antara menuju Jalan Ciwastra, Jalan Buah Batu, Jalan ke arah Bandung Timur, dan Jalan Kiaracondong.

Perempatan tersebut juga dikenal dengan perempatan ‘setan’ dikarenakan penghitungan waktu mundur lampu merahnya terasa lama yakni kurang lebih bisa mencapai lima menit lamanya.

Saat ditanyai oleh Radar Bandung (pojokbandung.com), Asep mengungkapkan, seringkali ia melihat beberapa kendaraan roda dua atau sepeda motor yang memasuki jalur cepat tersebut meskipun sudah terpampang dengan sangat jelas papan peringatan itu, namun dirinya tetap mematuhi peraturan tersebut dari papan peringatan bebentuk besar yang terpampang jelas di sekitaran perempatan tersebut.

“Ada aja tuh motor yang masuk jalur cepat meskipun sebenarnya dilarang,” ungkapnya saat ditemui Radar Bandung di sekitaran Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (26/2).

Menurutnya, peraturan tersebut dirasa merugikan para pengendara kendaraan roda dua atau sepeda motor, itupun lanjutnya jika pengendara motor tersebut melihat dan mematuhi apa yang sudah menjadi peraturan kepolisian dalam mengatur tata tertib lalu lintas.

Asep menuturkan, jika ia ingin pergi ke sebuah tempat yang mengharuskannya memutar balikan kendaraannya karena lokasi yang ia tuju berada di sebrang jalan, otomatis menurutnya jalan tercepatnya adalah melalui jalur cepat, karena di sepanjang jalur cepat tersebut ada beberapa titik yang memungkinkan dan memperbolehkan memutar balik kendaraannya.

“Saya bingung, kalo masuk jalur cepat salah, kalo masuk jalur lambat butuh waktu yang lama dan harus menempuh jalan sampai perempatan selanjutnya untuk memutar balik kendaraan atau berbelok,” tuturnya.

Asep menjelaskan, jalur cepat yang berada di Jalan Soekarno-Hatta tersebut terkadang sering dilanggar oleh para pengendara roda dua atau sepeda motor untuk memasuki jalur tersebut jika waktu sudah menunjukan sore hari.

“Biasanya sore hari jam pulang kerja kan padat jalannya. Jadi yang masuk ke jalur cepat itu motorpun ada,” jelasnya.
Asep berkata, meskipun sampai dengan saat ini, pantauan dia di sekitaran jalanan tersebut, belum melihat adanya operasi lalu lintas untuk menilang kendaraan roda dua atau sepeda motor yang memasuki jalur cepat tersebut.

“Tiap hari saya lewat situ, belum ada razia atau petugas polisi yang memantau di area tersebut,” imbuhnya.

Ia berharap kepada pihak kepolisian untuk memberikan solusi yang jelas untuk para pengendara roda dua agar tidak mengalami kesulitan dan juga harus membutuhkan waktu yang lama lagi dan jarak tempuh yang lumayan jauh agar dapat memutar balikan kendaraan motornya.

“Saya harap kedepannya ada solusi buat para pengendara motor. Jujur saya masih mentaati peraturan tersebut tapi jangan karena peraturan tersebut, kita para pengendara motor dirugikan,” tandasnya.

Disamping itu, Humas Polda Jawa Barat (Jabar) Hari Suprapto menjelaskan, peraturan tersebut dibuat untuk keselamatan para pengendara jenis roda dua atau motor.

Lanjutnya, jalur cepat tersebut biasa digunakan oleh kendaraan yang besar seperti truk dan bus, ia mengkhawatirkan, jika kendaraan roda dua atau motor masuk ke jalur tersebut, resiko kecelakaan akan terjadi, selain itu menganggu kendaraan yang memang memiliki kecepatan cepat.

“Motor sama mobil kan beda kecepatannya, kepolisian takut terjadi apa-apa jika motor masuk ke jalur cepat tersebut,” ungkapnya saat diwawancarai Radar Bandung melalui saluran telepon, Senin (26/2).

Hari menuturkan, peraturan tersebut sudah pasti telah dirumuskan secara mendalam oleh pihak kepolisian khususnya Ditlantas Polda Jabar yang membuat peraturan tersebut.

Ada pun keluhan para pengendara roda dua yang kesulitan untuk memutar balikkan kendaraannya dikarenkan titik putar balik tersebut berada di jalur cepat, ia menyarankan agar para pengendara motor tersebut untuk tetap mematuhi peraturan tersebut meskipun harus memakan waktu yang lama lagi dan juga menempuh jarak yang jauh untuk memutarbalikkan kendaraannya di persimpangan selanjutnya.

“Sekarang saya tanya ke pengguna motor, mau lambat tapi selamat sampai tujuan atau cepat tapi rawan terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Hari menuturkan, pihak kepolisian akan menindak tegas para pelanggar lalu lintas khususnya roda dua atau motor yang memasuki jalur cepat tersebut dengan sanksi melanggar UULAJ No. 22 Tahun 2009 Pasal 287 Ayat (1) JO 106 Ayat (4) huruf a dan b dengan denda maksimal Rp. 500.000,- .

“Tetap berhati-hati dalam berkendara. Peraturan tersebut dibuat untuk keselamatan para pengendara juga, maka dari itu patuhilah,” pungkasnya.

(Cr1)

loading...

Feeds

Agnez Mo Makin Intim dengan Kekasih

 Agnez Mo masih saja enggan berbagi tentang kisah asmaranya dengan Jeffrey J Kopchia. Pelantun Coke Bottle itu tak jua mengunggah foto …